PENDIDIKAN IPS
Disusun
Oleh:
Nama :
Trisni Wahyuni, S.Pd
NPM : A2G
019050
Kelas : A
Dosen Pengampu:
Prof. Dr. Badeni, M. A
PROGRAM STUDI MAGISTER (S-2)
PENDIDIKAN DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS BENGKULU
2019
SOAL A
1. Berdasarkan pengamatan saudara di
masyarakat, apakah mayoritas para guru telah melaksanakan pendidikan IPS
sebagaimana yang diharapkan pada tujuan IPS yang sebenarnya? Jelaskan
rasionalnya baik para guru telah atau belum melaksanakan sebagaimana mestinya !
Jawaban :
Menurut pengamatan saya, mayoritas
para guru belum melaksanakan
pendidikan IPS sebagaimana mestinya. Ini dapat dilihat dari kebanyakan guru
yang masih menggunakan metode ceramah yang bersifat teacher center, menganggap pembelajaran IPS khususnya hanya sebagai
proses transfer informasi dari guru ke siswa, sehingga peserta didik lebih
mendapatkan pengetahuan yang bersifat hafalan yang hanya bertahan dalam waktu
sementara saja. Dengan demikian proses pembelajaran menjadi monoton dan siswa
pun cenderung terbiasa pasif di dalam kelas. Disini kebanyakan para guru lebih
berlomba-lomba untuk mementingkan hasil capaian aspek kognitif saja
(pengetahuan) dibandingkan dengan penanaman nilai-nilai atau moral didiri
siswa. Sedangkan kita tahu bahwa pada hakikatnya pendidikan IPS di SD bertujuan
untuk memberikan bekal ilmu pengetahuan secara nyata kepada peserta didik agar
dapat menjadi warga Negara yang baik, yang memiliki pengetahuan, keterampilan,
sikap dan kepedulian sosial yang berguna bagi dirinya sendiri serta bagi
masyarakat dan Negara. Ini terjadi karena guru atau pendidik belum maksimal
dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik, yaitu mengajar, membimbing, melatih dan mendidik siswa atau peserta
didik.
2. Jelaskan perbedaan dan persamaan
antara model pembelajaran berbasis masalah dengan model pembelajaran
investigasi kelompok !
Jawaban :
a. Perbedaan antara Model Pembelajaran
Berbasis Masalah dengan Model Pembelajaran Investigasi Kelompok antara lain :
-
Konten
pembelajaran yang diangkat dalam pembelajaran
berbasis masalah merupakan masalah yang sudah ada, sedangkan pada
investigasi kelompok merupakan masalah baru.
-
Tujuan
utama dalam pembelajaran berbasis masalah yaitu membuat siswa agar berpikir
kritis dan analistis, sedangkan pada investigasi kelompok agar siswa dapat
berpikir kreatif dan inovatif.
-
Proses
penilaian yang dilakukan saat pembelajaran berbasis masalah yaitu satu waktu,
sedangkan pada investigasi kelompok secara kontinyu.
-
Tekhnis
dan sistematika pelaksanaan pembelajaran berbasis masalah bersifat diarahkan
guru, sedangkan pada investigasi kelompok siswa bebas berkeksperimen.
-
Peran
guru pada pembelajaran berbasis masalah menjadi moderator, sedangkan pada
investigasi kelompok guru sebagai pembimbing.
b. Persamaan antara Model Pembelajaran
Berbasis Masalah dengan Model Pembelajaran Investigasi Kelompok antara lain :
-
Sumber
belajar lebih melibatkan partisipasi dan aktivitas peserta didik secara mandiri
untuk aktif dalam mencari sendiri informasi yang akan dipelajari.
-
Jenis
tugas yang diberikan bisa dikerjakan secara berkelompok atau individu.
-
Sama-sama
menggunakan pendekatan multi disipliner.
-
Evaluasi
penilaian yang digunakan sama-sama bersifat kualitatif dan kuantittatif.
3. Jelaskan perbedaan antara metode
pembelajaran kerja kelompok dengan model pembelajaran cooperative learning !
Jawaban :
|
PERBEDAAN
|
|
|
Metode Pembelajaran Kerja Kelompok
|
Model Pembelajaran Cooperative
Learning
|
|
Biasanya ada siswa aktif yang
lebih mendominasi dalam kelompok, sehingga tugas-tugas sering diborong oleh siswa
yang aktif, sedangkan yang terbelakang tidak berbuat apa-apa.
|
Adanya sikap dan prilaku
ketergantungan positif, saling membantu dan memberikan motivasi, sehingga
dimana setiap anggota kelompok bertanggungjawab untuk membantu rekan belajar
lainnya, seperti siswa yang pandai membantu siswa yang lemah.
|
|
Keterampilan sosial jarang
diajarkan.
|
Keterampilan sosial yang
diperlukan dalam kerja yaitu gotong royong, kepemimpinan, kemampuan
berkomunikasi, mempercayai orang lain dan mengelola konflik secara langsung
diajarkan oleh guru.
|
|
Guru seringkali tidak
memperhatikan proses kelompok yang terjadi dalam kelompok-kelompok belajar.
|
Pada saat proses pembelajaran,
guru memperhatikan secara langsung proses yang terjadi dalam
kelompok-kelompok belajar.
|
|
Kelompok belajar biasanya homogen
dan sering kali menganggap kelompok lainnya adalah musuh yang harus
dikalahkan.
|
Kelompok belajar adalah heterogen
baik dalam kemampuan akademik, jenis kelamin, ras, etnik sehingga dapat
saling menghargai satu sama lainnya.
|
|
Penekanan seringkali hanya pada
tugas.
|
Penekanan tidak hanya pada
penyelesaian tugas saja, melainkan pada hubungan interpersonal yang saling
menghargai.
|
4. Jelaskan, kapan seorang guru IPS
dikatakan telah berhasil melaksanakan pendidikan IPS!
Jawaban :
Seorang guru IPS dikatakan telah
berhasil melaksanakan pendidikan IPS bukan hanya dilihat dari capaian hasil
kognitifnya saja, melainkan guru tersebut sudah mampu mencapai ranah
afektif (sikap) pada diri peserta didik.
Kenapa? Karena kebanyakan hasil didikan para guru, pendidikan IPS hanya
menyentuh ranah kognitif saja (pengetahuan) tapi belum ke afektifnya. Disini
guru mempunyai peranan yang sangat penting, yaitu guru harus melakukan, bukan
hanya sekedar memberi contoh. Sehingga diharapkan melalui pendidikan IPS ini,
maka pendidik sudah mendewasakan anak, sehingga anak menjadi bertanggungjawab.
Dengan demikian, seharusnya guru harus maksimal dalam melaksanakan tugasnya
sebagai pendidik, yaitu mengajar,
membimbing, melatih dan mendidik siswa. Sebab kebanyakan guru hanya sekedar
mengajar, membimbing, dan melatih saja, mereka para guru melupakan aspek yang
paling penting yaitu mendidik siswa
agar mempunyai nilai-nilai yang baik yang tertanam didiri siswa agar mereka
bisa bersosialisasi di lingkungan
masyarakat. Seperti hal-hal sederhana
saja “Apakah perbuatan saya menggangu orang lain atau tidak?”, dengan demikian
jika karakter yang baik sudah terbentuk di diri peserta didik, maka mereka akan
paham apa yang dilakukannya dan sudah tahu manfaatnya, barulah tujuan pendidikan
IPS bisa dikatakan berhasil.
5. Jelaskan pendapatmu apakah penerapan
pembelajaran IPS dengan model scientific
approach akan memungkinkan KI 1 dan KI 2 akan tercapai secara maksimal !
Jawaban :
Menurut pendapat saya, penerapan
pembelajaran IPS dengan model scientific
approach (mengamati, menanya, mencoba, menalar, menyimpulkan,
mengkomunikasikan) sudah dilaksanakan namun belum tercapai secara maksimal dalam menanamkan nilai-nilai pada KI
I dan KI II. Sebab ada indikasi
pembelajaran menggunakan kurikulum 2013 belum sesuai harapan. Guru masih
mencari-cari cara yang tepat dalam mengajar, sehingga terkesan guru hanya
memenuhi kreteria pembelajaran yang diamanatkan dalam kurikulum 2013
(pendekatan saintifik). Misalnya saja dalam rumusan kompetensi inti yang
terlalu abstrak sehingga membuat seorang guru mengalami kesulitan untuk
menurunkan menjadi indikator yang harus dicapai melalui pembelajaran di kelas.
Kedua, Pendekatan saintifik sebagai pendekatan pembelajaran sulit
diimplementasikan dalam pembelajaran IPS dikarenakan jumlah jam pembelajaran
yang terbatas. Ketiga, Pembelajaran tematik terintegratif yang seharusnya
menjadi acuan sebagai cara untuk mencapai kompetensi, justru dianggap sebagai
tujuan pembelajaran. Sehingga Guru merasa terbebani dengan adanya pendekatan
tematik terintegratif ini, dan mengabaikan kompetensi yang sesungguhnya harus
dicapai peserta didik. Sehingga tujuan dalam penerapan KI I (aspek spiritual
seperti taat beribadah, berprilaku syukur, berdoa, toleransi ) dan KI II (aspek
sosial seperti jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, percaya diri, peduli,)
belum tampak berhasil secara maksimal dalam proses pembelajarannya, ini bisa
dilihat hanya beberapa nilai-nilai saja
yang berhasil diterapkan ke siswa, tetapi belum menjadi pembiasaan bagi siswa
itu sendiri. Dengan demikian pembelajaran saintifik di sekolah khusunya pada
pendidikan IPS belum dikatakan berhasil secara maksimal.
SOAL B
Susunlah RPP Sub tema IPS 1 KD (kelasnya bebas)
secara lengkap yang menggambarkan kegiatan-kegiatan proses pembelajaran yang
memungkinkan pelaksanaan proses pembelajaran dengan RPP tersebut mampu mencapai
K1, 2, 3, dan 4 !
(RPP)
Sekolah :
SDN 22 Bengkulu Selatan
Kelas /Semester : IV /1(satu)
Tema : 1. Indahnya Kebersamaan
Subtema : 1. Keberagaman Budaya Bangsaku
Pembelajaran ke- : 5
Fokus Pembelajaran : IPS dan SBdP
Alokasi Waktu : 4 x 35 menit (4 JP)
A. KOMPETENSI INTI
(KI)
1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan
percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangga.
3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat,
membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk
ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di
sekolah.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan
logis dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan
dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.
B. KOMPETENSI
DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
IPS
|
Kompetensi Dasar
|
Indikator Pencapaian Kompetensi
|
|
3.2
Mengidentifikasi keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di
provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta hubungannya
dengan karakteristik ruang.
|
3.2.2 Menjelaskan
keragaman sosial dan budaya provinsi setempat sebagai identitas bangsa
Indonesia secara tertulis dan lisan.
|
|
4.2
Menyajikan hasil identifikasi mengenai keragaman sosial, ekonomi, budaya,
etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia;
serta hubungannya dengan karakteristik ruang.
|
4.2.2
Menyajikan keragaman sosial dan budaya provinsi setempat sebagai identitas
bangsa Indonesia secara tertulis dan lisan.
|
SBdP
|
Kompetensi Dasar
|
Indikator Pencapaian Kompetensi
|
|
3.3
Memahami dasar-dasar gerak tari daerah.
|
3.3.2
Menjelaskan dasar-dasar gerak tari Bungong Jeumpa dalam posisi duduk.
|
|
4.3 Meragakan
dasar-dasar gerak tari daerah.
|
4.3.2
Mempraktikkan dasar-dasar gerak tari Bungong Jeumpa dalam posisi duduk.
|
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
1.
Dengan membaca teks tentang suku Minang, siswa mampu
menjelaskan keragaman sosial dan budaya provinsi setempat sebagai identitas
bangsa Indonesia secara tertulis dan lisan secara terperinci.
2.
Dengan membaca teks tentang suku Minang, siswa mampu menyajikan
keragaman sosial dan budaya provinsi setempat sebagai identitas bangsa
Indonesia secara tertulis dan lisan secara terperinci.
3.
Dengan mengamati gambar dan langkah-langkah serta peragaan
dari guru, siswa mampu menjelaskan dasar-dasar gerak tari Bungong Jeumpa dalam
posisi duduk dengan benar.
D. MATERI
PEMBELAJARAN
1.
Keragaman sosial dan budaya di Indonesia.
2.
Gerakan tari Bungong Jeumpa dalam posisi duduk.
E. METODE DAN MODEL PEMBELAJARAN
Pendekatan Pembelajaran : Saintifik.
Metode Pembelajaran : Simulasi, demonstrasi, diskusi, tanya jawab,
penugasan, dan ceramah.
F. MEDIA/ALAT,
BAHAN, DAN SUMBER BELAJAR
Media/Alat : 1. Teks
bacaan tentang suku di Indonesia.
2. Video tari Bungong Jeumpa.
Bahan : -
Sumber Belajar : 1. Buku Guru dan Buku Siswa Kelas IV, Tema 1:
Indahnya Kebersamaan, Subtema 1: Keberagaman
Budaya Bangsaku, Pembelajaran 5.
Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 (Revisi 2017). Jakarta: Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan.
G. LANGKAH-LANGKAH
KEGIATAN PEMBELAJARAN
|
Kegiatan
|
Deskripsi
|
Alokasi Waktu
|
|
Pendahuluan
|
1.
Kelas dibuka dengan salam, menanyakan kabar, dan mengecek
kehadiran siswa.
2.
Siswa diajak berdoa dipimpin
oleh salah seorang siswa. Guru dapat
memberikan penguatan tentang sikap syukur melalui doa yang telah dilaksanakan.
3.
Siswa diajak menyanyikan salah satu lagu Nasional yaitu Sabang sampai Marauke. Guru
memberikan penguatan tentang pentingnya menanamkan semangat kebangsaan dan keberagaman bangsa.
4.
Siswa diminta memeriksa kerapian diri dan kebersihan kelas.(disiplin)
5.
Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang tujuan, manfaat, dan
aktivitas pembelajaran yang akan dilakukan.
6.
Siswa menyimak penjelasan guru tentang pentingnya sikap santun
yang akan dikembangkan dalam pembelajaran.
7.
Siswa dan guru bersama-sama membaca
berbagai bahan bacaan yang ada di pojok baca di kelas. Siswa dan
guru mendiskusikan perkembangan kegiatan literasi yang telah dilakukan.
8.
Siswa diajak menyebutkan nama-nama suku di daerah Bengkulu dan di Indonesia yang mereka ketahui untuk
menyegarkan suasana kembali.
|
15 menit
|
|
Kegiatan inti
|
1.
Siswa memperhatikan tampilan gambar
yang disajikan oleh guru mengenai keberagaman di Indonesia. (mengamati)
2.
Siswa dan guru melakukan Tanya jawab
berdasarkan gambar yang ditampilkan di depan.(menanya)
3.
Siswa menyimak saat guru menjelaskan bahwa warga
yang baik adalah warga yang mampu memahami dan menghargai keragaman serta
perbedaan yang ada di sekitar mereka, baik keragaman sosial, ekonomi, budaya,
etnis, dan agama. (menyimak)
4.
Siswa diajak membaca teks ‘Suku Minang’ pada Buku Siswa (BS)
T1 ST1 P5 halaman 58-59 dalam hati (membaca
senyap).
5.
Siswa secara mandiri diminta menuliskan pertanyaan tentang
hal yang ingin mereka ketahui lagi tentang Suku Minang. Siswa menuliskan
pertanyaan sebanyak-banyaknya tentang suku Minang. (creativity and innovation)
6.
Siswa dibagi dalam kelompok kecil yang terdiri dari 3-4
siswa. Siswa diminta mendiskusikan jawaban dari pertanyaan yang telah ditulis
dengan teman satu kelompok.(collaboration)
(santun,peduli,tanggung jawab)
7.
Siswa menyimak saat guru menjelaskan bahwa keragaman yang
ada di sekitar tidak terbatas pada suku tetapi mencakup keragaman sosial,
ekonomi, budaya, etnis, dan agama. Siswa diminta untuk menunjukkan sikap
santun kepada teman-teman yang berbeda budaya. Kegiatan ini untuk menumbuhkan
karakter. (menyimak)
8.
Siswa dipandu oleh guru untuk mencari informasi lebih lanjut
tentang keragaman sosial dan budaya yang terdapat di lingkungan provinsi
mereka masing-masing. Guru membantu mengarahkan siswa untuk mencari dari
berbagai sumber seperti buku bacaan, buku perpustakaan, media internet, dan
sumber bacaan lain.
Kegiatan ini dapat digunakan untuk mengembangkan literasi.
9.
Siswa menuliskan hasil temuan mereka dalam kolom yang
disediakan pada BS halaman 60. (menalar)
10.
Setelah mendapat informasi yang cukup, siswa
mempresentasikan informasi yang mereka peroleh dalam kelompok ke depan kelas. (mengkomunikasikan)
(percaya diri)
11.
Setelah siswa selesai mempresentasikan tentang keragaman
sosial dan budaya di lingkungan provinsi mereka, guru menginformasikan kepada
siswa bahwa mereka akan melanjutkan mempelajari tari Bungong Jeumpa.
12.
Siswa mendiskusikan dan memperagakan gerakan dasar tari
Bungong Jeumpa setelah mengamati gambar pada BS halaman 61-62, membaca
penjelasan, dan menyaksikan peragaan dari guru. (diri)
13.
Siswa dipandu oleh guru melakukan gerakan dasar tari Bungong
Jeumpa dalam posisi duduk. mencoba) (percaya
14.
Setelah selesai menari, siswa menyimak penjelasan guru bahwa
tari Bungong Jeumpa merupakan satu dari sekian banyak tarian yang ada di
Indonesia. Kita semestinya bersyukur dan menghargai keberagaman tersebut.
Ketika kita saling menghargai dalam keanekaragaman sosial dan budaya, maka
akan tercipta kehidupan yang harmonis. (bersyukur, toleransi)
|
110 menit
|
|
Penutup
|
1.
Siswa bersama guru melakukan refleksi atas pembelajaran yang
telah berlangsung:
·
Seberapa sering kita bekerja sama dengan orang yang berbeda suku,
budaya, dan agama?
·
Apa yang akan dilakukan setelah mengetahui bahwa terdapat
keberagaman di lingkungan sekitar?
2.
Siswa bersama guru menyimpulkan hasil pembelajaran pada hari
ini. (menyimpulkan)
3.
Siswa menyimak penjelasan guru tentang aktivitas pembelajaran
pada pertemuan selanjutnya. Termasuk menyampaikan kegiatan bersama orang tua
yaitu: menyampaikan kepada orang tua tentang
pentingnya memahami dan menghargai keragaman serta perbedaan yang ada di
sekitar.
4.
Siswa menyimak cerita motivasi tentang pentingnya sikap santun.
5.
Siswa melakukan operasi semut untuk menjaga kebersihan kelas.
6.
Kelas ditutup dengan doa bersama dipimpin salah seorang siswa.
|
15 menit
|
H. PENILAIAN
1.
Teknik Penilaian
a.
Penilaian Sikap
Mencatat hal-hal menonjol (positif atau negatif) yang ditunjukkan siswa
dalam sikap santun.
b.
Penilaian Pengetahuan
|
Muatan
|
Indikator
|
Teknik Penilaian
|
Bentuk Instumen
|
|
IPS
|
3.2.2
Menjelaskan keragaman sosial dan budaya provinsi setempat sebagai identitas
bangsa Indonesia secara tertulis dan lisan.
|
Tes tertulis
|
Soal pilihan ganda
Soal isian
Soal uraian
|
|
SBdP
|
3.3.2
Menjelaskan dasar-dasar gerak tari Bungong Jeumpa dalam posisi duduk.
|
Tes tertulis
|
Soal pilihan ganda
Soal isian
Soal uraian
|
c.
Unjuk Kerja
|
Muatan
|
Indikator
|
Teknik Penilaian
|
Bentuk Instumen
|
|
IPS
|
4.2.2
Menyajikan keragaman sosial dan budaya provinsi setempat sebagai identitas
bangsa Indonesia secara tertulis dan lisan.
|
Unjuk
kerja dan hasil
|
Rubrik penilaian pada BG halaman 57.
|
|
SBdP
|
4.3.2
Mempraktikkan dasar-dasar gerak tari Bungong Jeumpa dalam posisi duduk.
|
Unjuk
kerja
|
Catatan Anekdot untuk mencatat untuk melihat
kemampuan siswa.
|
d.
Pengayaan
Apabila ada waktu tersisa, siswa dapat berlatih tari Bungong Jeumpa
secara berpasangan.
2.
Bentuk Instrumen Penilaian
a.
Jurnal
Penilaian Sikap
|
No.
|
Tanggal
|
Nama Siswa
|
Catatan Perilaku
|
Butir Sikap
|
Tindak Lanjut
|
|
1.
|
|
|
|
|
|
|
2.
|
|
|
|
|
|
|
3.
|
|
|
|
|
|
|
4.
|
|
|
|
|
|
|
5.
|
|
|
|
|
|
b.
Rubrik
Penilaian IPS
Tulisan dan presentasi tentang keragaman sosial dan budaya di
provinsi masing-masing dinilai dengan rubrik.
|
Kriteria
|
Baik Sekali
(4)
|
Baik
(3)
|
Cukup
(2)
|
Perlu Pendampingan
(1)
|
|
Struktur presentasi
|
Presentasi memuat pembukaan, inti, dan penutup serta
dikomunikasikan secara runtut.
|
Presentasi memuat pembukaan atau penutup dan inti serta
dikomunikasikan secara runtut.
|
Presentasi hanya memuat inti serta disampaikan secara
runtut.
|
Presentasi hanya memiliki pembuka atau penutup saja.
|
|
Tema
|
Seluruh gagasan pokok dan gagasan pendukung sesuai
dengan tema.
|
Sebagian besar gagasan pokok dan
gagasan pendukung sesuai dengan tema.
|
Sebagian kecil gagasan pokok dan
gagasan pendukung sesuai dengan tema.
|
Gagasan pokok dan gagasan pendukung
tidak sesuai tema.
|
|
Fakta pendukung
|
Seluruh fakta tentang keragaman sosial dan budaya yang
terdapat di lingkungan provinsi masing-masing disajikan dengan benar.
|
Sebagian
besar fakta tentang keragaman sosial dan budaya yang terdapat di lingkungan
provinsi masing-masing disajikan dengan benar.
|
Sebagian
kecil fakta tentang keragaman sosial dan budaya yang terdapat di lingkungan
provinsi masing-masing disajikan dengan benar.
|
Fakta
tentang keragaman sosial dan budaya yang terdapat di lingkungan provinsi
masing-masing tidak benar.
|
Penilaian (penskoran): 
c.
Catatan
Anekdot Penilaian SBdP
Proses
pembelajaran tari Bungong Jeumpa dinilai dengan catatan Anekdot untuk melihat
kemampuan siswa.
|
No.
|
Tanggal
|
Nama Siswa
|
Catatan Kemampuan Siswa
|
Tindak Lanjut
|
|
1.
|
|
|
|
|
|
2.
|
|
|
|
|
|
3.
|
|
|
|
|
|
4.
|
|
|
|
|
|
5.
|
|
|
|
|

|
Mengetahui,
Kepala SDN
22 Bengkulu Selatan
YENNI, S.Pd
NIP.
|
|
Gunung Kembang , September 2019
Guru Kelas IV
TRISNI WAHYUNI, S.Pd
NIP.
|
Satuan Pendidikan :
SDN 22 Bengkulu Selatan
Kelas :
IV (empat)
Tema :
1 (Indahnya Kebersamaan)
Kompetensi
Inti
|
KI
1
|
:
|
Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
|
|
KI
2
|
:
|
Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli,
dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan
tetangga.
|
|
KI
3
|
:
|
Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar,
melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya,
makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di
rumah dan di sekolah.
|
|
KI
4
|
:
|
Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis
dan logis dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak
sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan
berakhlak mulia.
|
|
MAPEL
|
KOMPETENSI
DASAR
|
KETERANGAN
|
|
|
KI
1
|
KI
2
|
||
|
PPKn
|
1.4 Mensyukuri berbagai bentuk keberagaman
suku, bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan
kesatuan sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa.
|
2.4 Menampilkan sikap kerja sama dalam berbagai
bentuk keberagaman suku, bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat
persatuan dan kesatuan.
|
·
Pembelajaran pada KD KI 1 dan KI 2 terintegrasi dalam pembelajaran pada
KI 3 dan KI 4 melalui indirect teaching.
·
Penilaian hasil belajar dilakukan melalui
observasi, penilaian diri, penilaian antarteman, dan jurnal (catatan
pendidik).
|
SILABUS TEMATIK TERPADU
SDN 22 BENGKULU SELATAN
KELAS
IV TEMA 1 SUBTEMA 1
Nama Sekolah :
SDN 22 Bengkulu Selatan
Kelas :
IV (empat)
Semester :
I (satu)
Tema
1 : Indahnya Kebersamaan
Subtema 1 :
Keberagaman Budaya Bangsaku
|
Mata
Pelajaran
|
Kompetensi
Dasar
|
Materi
Pembelajaran
|
Kegiatan
Pembelajaran
|
Penilaian
|
Alokasi
Waktu
|
Sumber
Belajar
|
|
PPKn
|
3.4 Mengidentifikasi berbagai bentuk keberagaman
suku, bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan
kesatuan.
|
1. Bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya
di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan
2. Sikap
toleransi dan kerja sama antarteman yang berbeda suku, agama, dan budaya
3. Bentuk-bentuk keberagaman
4. Bentuk
kerja sama dalam keberagaman sosial dan budaya
5. Makna
persatuan dan kesatuan dalam keberagaman
6. Pentingnya
sikap persatuan dan kesatuan dalam keberagaman
7. Contoh-contoh
sikap persatuan dan kesatuan dalam keberagaman di lingkungan
|
Mengamati
·
Mengamati ragam rumah dan pakaian adat
Indonesia.
·
Membaca teks tentang keragaman budaya
Indonesia.
·
Mendengarkan bunyi alat musik daerah melalui
demonstrasi, video, atau audio.
·
Mengamati gambar dan membaca teks tentang alat
musik tradisional.
·
Mengamati tari kreasi daerah melalui
demonstrasi oleh guru atau video.
·
Mengamati gambar tentang gerakan-gerakan dalam
tari kreasi daerah.
·
Membaca teks tentang keberagaman
suku bangsa, sosial, budaya, etnis, dan agama.
·
Membaca teks tentang tarian
daerah/ tradisional.
·
Membaca teks tentang
budaya suatu daerah atau suku bangsa di Indonesia.
·
Membaca informasi tentang keragaman sosial dan
budaya melalui internet, koran, atau majalah.
Menanya
·
Saling bertanya tentang asal suku.
·
Mewawancarai teman tentang daerah asal dan ciri
khas daerah asalnya.
·
Menanyakan sikap-sikap menghargai perbedaan dam
keberagaman.
·
Menanyakan cara memainkan alat musik
tradisional hingga menghasilkan bunyi.
·
Menanyakan contoh-contoh sikap persatuan dan
kesatuan dalam kehidupan sehari-hari.
·
Menanyakan hal-hal yang ingin diketahui tentang
suatu suku di Indonesia dan ciri khasnya.
Mengumpulkan Informasi
·
Berdiskusi tentang keragaman pakaian adat,
rumah tradisonal dan makanan tradisional.
·
Berdiskusi tentang isi teks yang dibaca tentang
keragaman budaya Indonesia.
·
Berdiskusi tentang gagasan pokok dan gagasan
pendukung setiap paragraf dari teks yang dibaca.
·
Melakukan pendataan teman yang ada di kelas
tentang daerah asal dan ciri khas daerah asalnya.
·
Menjawab pertanyaan tentang keragaman dan
sikap-sikap menghargai perbedaan dalam keberagaman.
·
Mencoba membunyikan alat musik tradisional.
·
Menuliskan cara memainkan alat musik
tradisional dan caranya menghasilkan bunyi.
·
Melakukan kegiatan
eksplorasi menggunakan benda-benda yang dapat menghasilkan bunyi yang
terdapat di kelas dan sekitarnya.
·
Berdiskusi tentang cara menghasilkan bunyi yang
harmonis dalam ansambel bunyi bersama teman yang berbeda suku dan agama.
·
Berdiskusi tentang dasar-dasar gerakan tari.
·
Mempraktikkan dasar-dasar gerakan tari kreasi
daerah.
·
Berdiskusi untuk mengidentifikasi keberagaman
suku bangsa, sosial, budaya, etnis, dan agama.
·
Menjawab pertanyaan tentang persatuan dan
kesatuan dalam keberagaman di masyarakat.
·
Menjawab pertanyaan tentang cara menyikap
keberagaman di sekolah dan masyarakat.
·
Melakukan percobaan tentang perambatan bunyi
dengan bahan-bahan sekitar.
·
Berdiskusi tentang hubungan antargagasan setiap
paragraf dari teks yang dibaca.
·
Mempraktikkan konsep persatuan dengan sapu
lidi.
·
Mencari tambahan informasi tentang keragaman
sosial dan budaya di lingkungan sekitar melalui internet, koran, narasumber,
atau majalah.
·
Berdiskusi tentang perbedaan gagasan pokok dan
gagasan pendukung.
·
Membuat rencana kegiatan yang mencerminkan
sikap persatuan dan kesatuan dalam perbedaan di lingkungan sekolah.
Menalar/mengasosiasi
·
Menyimpulkan bahwa Indonesia terdiri atas
berbagai suku bangsa dan budaya namun tetap bersatu dalam NKRI.
·
Menentukan isi teks yang dibaca tentang
keragaman budaya Indonesia.
·
Menentukan gagasan pokok dan gagasan pendukung
setiap paragraf dari teks yang dibaca.
·
Menjelaskan sikap-sikap menghargai perbedaan
dalam keberagaman.
·
Menyimpulkan pentingnya sikap menghargai dalam
keragaman budaya.
·
Menjelaskan cara memainkan alat musik
tradisional dan caranya menghasilkan bunyi.
·
Menyimpulkan cara benda-benda yang menjadi
sumber bunyi menghasilkan bunyi.
·
Menyimpulkan cara menghasilkan bunyi yang
harmonis dalam ansambel bunyi bersama teman yang berbeda suku dan agama.
·
Menyimpulkan tentang kehidupan harmonis dalam
keragaman sosial dan budaya.
·
Menyimpulkan tentang persatuan dan kesatuan
dalam keberagaman di masyarakat.
·
Menyimpulkan cara menyikap keberagaman di
sekolah dan masyarakat.
·
Menjelaskan contoh-contoh sikap persatuan dan
kesatuan dalam kehidupan sehari-hari.
·
Menyimpulkan tentang perambatan bunyi dan media
perambatan bunyi.
·
Menentukan hubungan antargagasan setiap
paragraf dari teks yang dibaca.
·
Menyimpulkan tentang semangat persatuan dan
kesatuan dalam keragaman.
·
Menyelaraskan gerakan-gerakan tari kreasi
daerah dengan teman satu kelompok.
·
Menyimpulkan tentang perbedaan gagasan pokok
dan gagasan pendukung.
Mengomunikasikan
·
Menyajikan gagasan pokok dan gagasan pendukung
setiap paragraf dalam bentuk peta pikiran.
·
Menceritakan pengalaman bersama teman yang
berasal dari suku, agama, atau kepercayaan yang berbeda.
·
Menyajikan laporan hasil pengamaatn tentang
cara menghasilkan bunyi dari beragam benda di sekitar.
·
Memperagakan dasar-dasar gerakan tari kreasi
daerah.
·
Membuat laporan percobaan tentang perambatan
bunyi dengan bahan-bahan sekitar.
·
Mempresentasikan informasi tentang keberagaman
sosial dan budaya yang ada di lingkungan sekitar.
·
Menari tari kreasi daerah sebagai salah satu
bentuk kecintaan terhadap keberagaman budaya daerah.
·
Menyajikan rencana kegiatan yang mencerminkan
sikap persatuan dan kesatuan dalam perbedaan di lingkungan sekolah.
|
·
Sikap:
Pengamatan
tentang perilaku disiplin, tanggung jawab dan jujur dalam setiap kegiatan
pembelajaran yang dilakukan pada subtema Keberagaman Budaya Bangsaku
·
Pengetahuan:
1.
Tes lisan
2.
Tes tulis
·
Keterampilan:
1.
Portofolio
2.
Unjuk
kerja
3.
Proyek
|
32 JP
|
· Buku
teks pelajaran tematik kelas IV tema 1
· Media
gambar
·
Kaset dan tape
recorder
·
Video gerak tari
·
Benda-benda yang menghasilkan sumber bunyi:
alat musik, peluit, dll
· Perlengkapan
untuk eksperimen
· Surat
kabar, majalah, tabloid, internet
· Rumah
Juara kelas IV tema 1 subtema 1
|
|
4.4 Menyajikan berbagai bentuk keberagaman
suku, bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan
kesatuan.
|
||||||
|
Bahasa Indonesia
|
3.1 Mencermati gagasan pokok dan gagasan pendukung yang diperoleh
dari teks lisan, tulis, atau visual.
|
1. Gagasan
pokok dan gagasan pendukung dalam teks tulis
2. Perbedaan
gagasan pokok dan gagasan pendukung
3. Hubungan
antargagasan pada teks tulis
|
||||
|
3.2 Mencermati keterhubungan antargagasan yang didapat dari teks
lisan, tulis, atau visual.
|
||||||
|
4.1
Menata informasi yang didapat dari teks berdasarkan keterhubungan
antargagasan ke dalam kerangka tulisan.
|
||||||
|
4.2
Menyajikan hasil pengamatan tentang keterhubungan antargagasan ke dalam
tulisan.
|
||||||
|
Ilmu
Pengetahuan Alam
|
3.6 Menerapkan sifat-sifat bunyi dan keterkaitannya dengan indera
pendengaran.
|
1. Pengertian
bunyi dan cara terjadinya bunyi
2. Sumber
bunyi
3. Cara
menghasilkan bunyi
4. Faktor
yang mempengaruhi perbedaan bunyi
(amplitudo, frekuensi, resonansi)
5. Sifat-sifat
perambatan bunyi
6. Media
perambatan bunyi
|
||||
|
4.6 Menyajikan laporan hasil percobaan tentang sifat-sifat bunyi.
|
||||||
|
Ilmu
Pengetahuan Sosial
|
3.2 Mengidentifikasi keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan
agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta
hubungannya dengan karakteristik ruang.
|
1. Keragaman
sosial dan budaya di Indonesia
2. Sikap
menghargai keragaman
|
||||
|
4.2 Menyajikan hasil identifikasi mengenai keragaman sosial,
ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas
bangsa Indonesia; serta hubungannya dengan karakteristik ruang.
|
||||||
|
Seni Budaya dan Prakarya
|
3.3 Memahami dasar-dasar gerak tari daerah.
|
1. Macam
dan ragam gerak dalam seni tari
2. Gerakan
tari kreasi daerah dalam posisi berdiri dan duduk
|
||||
|
4.3 Meragakan dasar-dasar gerak tari daerah.
|
|
Mengetahui,
Kepala SDN
22 Bengkulu Selatan
YENNI, S.Pd
|
|
Gunung Kembang , September 2019
Guru Kelas IV
TRISNI WAHYUNI, S.Pd
|