Rabu, 29 April 2020



PENDIDIKAN IPS





Disusun Oleh:
Nama      : Trisni Wahyuni, S.Pd
NPM       : A2G 019050
Kelas       :  A


Dosen Pengampu:
Prof. Dr. Badeni, M. A



PROGRAM STUDI MAGISTER (S-2) PENDIDIKAN DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS BENGKULU
2019
SOAL A
1.      Berdasarkan pengamatan saudara di masyarakat, apakah mayoritas para guru telah melaksanakan pendidikan IPS sebagaimana yang diharapkan pada tujuan IPS yang sebenarnya? Jelaskan rasionalnya baik para guru telah atau belum melaksanakan sebagaimana mestinya !
Jawaban :
Menurut pengamatan saya, mayoritas para guru belum melaksanakan pendidikan IPS sebagaimana mestinya. Ini dapat dilihat dari kebanyakan guru yang masih menggunakan metode ceramah yang bersifat teacher center, menganggap pembelajaran IPS khususnya hanya sebagai proses transfer informasi dari guru ke siswa, sehingga peserta didik lebih mendapatkan pengetahuan yang bersifat hafalan yang hanya bertahan dalam waktu sementara saja. Dengan demikian proses pembelajaran menjadi monoton dan siswa pun cenderung terbiasa pasif di dalam kelas. Disini kebanyakan para guru lebih berlomba-lomba untuk mementingkan hasil capaian aspek kognitif saja (pengetahuan) dibandingkan dengan penanaman nilai-nilai atau moral didiri siswa. Sedangkan kita tahu bahwa pada hakikatnya pendidikan IPS di SD bertujuan untuk memberikan bekal ilmu pengetahuan secara nyata kepada peserta didik agar dapat menjadi warga Negara yang baik, yang memiliki pengetahuan, keterampilan, sikap dan kepedulian sosial yang berguna bagi dirinya sendiri serta bagi masyarakat dan Negara. Ini terjadi karena guru atau pendidik belum maksimal dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik, yaitu mengajar, membimbing, melatih dan mendidik siswa atau peserta didik.

2.      Jelaskan perbedaan dan persamaan antara model pembelajaran berbasis masalah dengan model pembelajaran investigasi kelompok !
Jawaban :
a.       Perbedaan antara Model Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Model Pembelajaran Investigasi Kelompok antara lain :
-          Konten pembelajaran yang diangkat dalam pembelajaran  berbasis masalah merupakan masalah yang sudah ada, sedangkan pada investigasi kelompok merupakan masalah baru.
-          Tujuan utama dalam pembelajaran berbasis masalah yaitu membuat siswa agar berpikir kritis dan analistis, sedangkan pada investigasi kelompok agar siswa dapat berpikir kreatif dan inovatif.
-          Proses penilaian yang dilakukan saat pembelajaran berbasis masalah yaitu satu waktu, sedangkan pada investigasi kelompok secara kontinyu.
-          Tekhnis dan sistematika pelaksanaan pembelajaran berbasis masalah bersifat diarahkan guru, sedangkan pada investigasi kelompok siswa bebas berkeksperimen.
-          Peran guru pada pembelajaran berbasis masalah menjadi moderator, sedangkan pada investigasi kelompok guru sebagai pembimbing.
b.      Persamaan antara Model Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Model Pembelajaran Investigasi Kelompok antara lain :
-          Sumber belajar lebih melibatkan partisipasi dan aktivitas peserta didik secara mandiri untuk aktif dalam mencari sendiri informasi yang akan dipelajari.
-          Jenis tugas yang diberikan bisa dikerjakan secara berkelompok atau individu.
-          Sama-sama menggunakan pendekatan multi disipliner.
-          Evaluasi penilaian yang digunakan sama-sama bersifat kualitatif dan kuantittatif.

3.      Jelaskan perbedaan antara metode pembelajaran kerja kelompok dengan model pembelajaran cooperative learning !
Jawaban :
PERBEDAAN
Metode Pembelajaran Kerja Kelompok
Model Pembelajaran Cooperative Learning
Biasanya ada siswa aktif yang lebih mendominasi dalam kelompok, sehingga tugas-tugas sering diborong oleh siswa yang aktif, sedangkan yang terbelakang tidak berbuat apa-apa.
Adanya sikap dan prilaku ketergantungan positif, saling membantu dan memberikan motivasi, sehingga dimana setiap anggota kelompok bertanggungjawab untuk membantu rekan belajar lainnya, seperti siswa yang pandai membantu siswa yang lemah.
Keterampilan sosial jarang diajarkan.
Keterampilan sosial yang diperlukan dalam kerja yaitu gotong royong, kepemimpinan, kemampuan berkomunikasi, mempercayai orang lain dan mengelola konflik secara langsung diajarkan oleh guru.
Guru seringkali tidak memperhatikan proses kelompok yang terjadi dalam kelompok-kelompok belajar.
Pada saat proses pembelajaran, guru memperhatikan secara langsung proses yang terjadi dalam kelompok-kelompok belajar.
Kelompok belajar biasanya homogen dan sering kali menganggap kelompok lainnya adalah musuh yang harus dikalahkan.
Kelompok belajar adalah heterogen baik dalam kemampuan akademik, jenis kelamin, ras, etnik sehingga dapat saling menghargai satu sama lainnya.
Penekanan seringkali hanya pada tugas.
Penekanan tidak hanya pada penyelesaian tugas saja, melainkan pada hubungan interpersonal yang saling menghargai.

4.      Jelaskan, kapan seorang guru IPS dikatakan telah berhasil melaksanakan pendidikan IPS!
Jawaban   :
Seorang guru IPS dikatakan telah berhasil melaksanakan pendidikan IPS bukan hanya dilihat dari capaian hasil kognitifnya saja, melainkan guru tersebut sudah mampu mencapai ranah afektif  (sikap) pada diri peserta didik. Kenapa? Karena kebanyakan hasil didikan para guru, pendidikan IPS hanya menyentuh ranah kognitif saja (pengetahuan) tapi belum ke afektifnya. Disini guru mempunyai peranan yang sangat penting, yaitu guru harus melakukan, bukan hanya sekedar memberi contoh. Sehingga diharapkan melalui pendidikan IPS ini, maka pendidik sudah mendewasakan anak, sehingga anak menjadi bertanggungjawab. Dengan demikian, seharusnya guru harus maksimal dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik, yaitu mengajar, membimbing, melatih dan mendidik siswa. Sebab kebanyakan guru hanya sekedar mengajar, membimbing, dan melatih saja, mereka para guru melupakan aspek yang paling penting yaitu mendidik siswa agar mempunyai nilai-nilai yang baik yang tertanam didiri siswa agar mereka bisa bersosialisasi  di lingkungan masyarakat.  Seperti hal-hal sederhana saja “Apakah perbuatan saya menggangu orang lain atau tidak?”, dengan demikian jika karakter yang baik sudah terbentuk di diri peserta didik, maka mereka akan paham apa yang dilakukannya dan sudah tahu manfaatnya, barulah tujuan pendidikan IPS bisa dikatakan berhasil.

5.      Jelaskan pendapatmu apakah penerapan pembelajaran IPS dengan model scientific approach akan memungkinkan KI 1 dan KI 2 akan tercapai secara maksimal !
Jawaban   :
Menurut pendapat saya, penerapan pembelajaran IPS dengan model scientific approach (mengamati, menanya, mencoba, menalar, menyimpulkan, mengkomunikasikan) sudah dilaksanakan namun belum tercapai secara maksimal dalam menanamkan nilai-nilai pada KI I dan KI II.  Sebab ada indikasi pembelajaran menggunakan kurikulum 2013 belum sesuai harapan. Guru masih mencari-cari cara yang tepat dalam mengajar, sehingga terkesan guru hanya memenuhi kreteria pembelajaran yang diamanatkan dalam kurikulum 2013 (pendekatan saintifik). Misalnya saja dalam rumusan kompetensi inti yang terlalu abstrak sehingga membuat seorang guru mengalami kesulitan untuk menurunkan menjadi indikator yang harus dicapai melalui pembelajaran di kelas. Kedua, Pendekatan saintifik sebagai pendekatan pembelajaran sulit diimplementasikan dalam pembelajaran IPS dikarenakan jumlah jam pembelajaran yang terbatas. Ketiga, Pembelajaran tematik terintegratif yang seharusnya menjadi acuan sebagai cara untuk mencapai kompetensi, justru dianggap sebagai tujuan pembelajaran. Sehingga Guru merasa terbebani dengan adanya pendekatan tematik terintegratif ini, dan mengabaikan kompetensi yang sesungguhnya harus dicapai peserta didik. Sehingga tujuan dalam penerapan KI I (aspek spiritual seperti taat beribadah, berprilaku syukur, berdoa, toleransi ) dan KI II (aspek sosial seperti jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, percaya diri, peduli,) belum tampak berhasil secara maksimal dalam proses pembelajarannya, ini bisa dilihat hanya beberapa nilai-nilai  saja yang berhasil diterapkan ke siswa, tetapi belum menjadi pembiasaan bagi siswa itu sendiri. Dengan demikian pembelajaran saintifik di sekolah khusunya pada pendidikan IPS belum dikatakan berhasil secara maksimal.

SOAL B
Susunlah RPP Sub tema IPS 1 KD (kelasnya bebas) secara lengkap yang menggambarkan kegiatan-kegiatan proses pembelajaran yang memungkinkan pelaksanaan proses pembelajaran dengan RPP tersebut mampu mencapai K1, 2, 3, dan 4 !


(RPP)

Sekolah                                    :  SDN 22 Bengkulu Selatan
Kelas /Semester           :  IV /1(satu)
Tema                           :  1. Indahnya Kebersamaan
Subtema                       :  1. Keberagaman Budaya Bangsaku
Pembelajaran ke-        :  5
Fokus Pembelajaran   :  IPS dan SBdP
Alokasi Waktu                        :  4 x 35 menit (4 JP)

A.  KOMPETENSI INTI (KI)
1.    Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
2.    Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangga.
3.    Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah.
4.    Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.

B.   KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
IPS
Kompetensi Dasar
Indikator Pencapaian Kompetensi
3.2 Mengidentifikasi keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta hubungannya dengan karakteristik ruang.
3.2.2 Menjelaskan keragaman sosial dan budaya provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia secara tertulis dan lisan.
4.2 Menyajikan hasil identifikasi mengenai keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta hubungannya dengan karakteristik ruang.
4.2.2 Menyajikan keragaman sosial dan budaya provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia secara tertulis dan lisan.

SBdP
Kompetensi Dasar
Indikator Pencapaian Kompetensi
3.3 Memahami dasar-dasar gerak tari daerah.
3.3.2 Menjelaskan dasar-dasar gerak tari Bungong Jeumpa dalam posisi duduk.
4.3 Meragakan dasar-dasar gerak tari daerah.
4.3.2 Mempraktikkan dasar-dasar gerak tari Bungong Jeumpa dalam posisi duduk.

C.  TUJUAN PEMBELAJARAN
1.    Dengan membaca teks tentang suku Minang, siswa mampu menjelaskan keragaman sosial dan budaya provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia secara tertulis dan lisan secara terperinci.
2.    Dengan membaca teks tentang suku Minang, siswa mampu menyajikan keragaman sosial dan budaya provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia secara tertulis dan lisan secara terperinci.
3.    Dengan mengamati gambar dan langkah-langkah serta peragaan dari guru, siswa mampu menjelaskan dasar-dasar gerak tari Bungong Jeumpa dalam posisi duduk dengan benar.

D.  MATERI PEMBELAJARAN
1.    Keragaman sosial dan budaya di Indonesia.
2.    Gerakan tari Bungong Jeumpa dalam posisi duduk.

E.   METODE DAN MODEL PEMBELAJARAN
Pendekatan Pembelajaran   :            Saintifik.
Metode Pembelajaran         : Simulasi, demonstrasi, diskusi, tanya jawab, penugasan, dan ceramah.

F.   MEDIA/ALAT, BAHAN, DAN SUMBER BELAJAR
Media/Alat           : 1. Teks bacaan tentang suku di Indonesia.
2. Video tari Bungong Jeumpa.
Bahan                  : -
Sumber Belajar    : 1. Buku Guru dan Buku Siswa Kelas IV, Tema 1: Indahnya Kebersamaan, Subtema 1: Keberagaman Budaya Bangsaku, Pembelajaran 5. Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 (Revisi 2017). Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
                           
G.      LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan
Deskripsi
Alokasi Waktu
Pendahuluan


1.          Kelas dibuka dengan salam, menanyakan kabar, dan mengecek kehadiran siswa.
2.          Siswa diajak berdoa dipimpin oleh salah seorang siswa. Guru dapat memberikan penguatan tentang sikap syukur melalui doa yang telah dilaksanakan.
3.          Siswa diajak menyanyikan salah satu lagu Nasional yaitu Sabang sampai Marauke. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya menanamkan semangat kebangsaan dan keberagaman bangsa.
4.          Siswa diminta memeriksa kerapian diri dan kebersihan kelas.(disiplin)
5.          Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang tujuan, manfaat, dan aktivitas pembelajaran yang akan dilakukan.
6.          Siswa menyimak penjelasan guru tentang pentingnya sikap santun yang akan dikembangkan dalam pembelajaran.
7.          Siswa dan guru bersama-sama membaca berbagai bahan bacaan yang ada di pojok baca di kelas. Siswa dan guru mendiskusikan perkembangan kegiatan literasi yang telah dilakukan.
8.          Siswa diajak menyebutkan nama-nama suku di daerah Bengkulu dan di  Indonesia yang mereka ketahui untuk menyegarkan suasana kembali.
15 menit
Kegiatan inti
1.          Siswa memperhatikan tampilan gambar yang disajikan oleh guru mengenai keberagaman di Indonesia. (mengamati)
2.           Siswa dan guru melakukan Tanya jawab berdasarkan gambar yang ditampilkan di depan.(menanya)
3.          Siswa  menyimak saat guru menjelaskan bahwa warga yang baik adalah warga yang mampu memahami dan menghargai keragaman serta perbedaan yang ada di sekitar mereka, baik keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama.  (menyimak)
4.          Siswa diajak membaca teks ‘Suku Minang’ pada Buku Siswa (BS) T1 ST1 P5 halaman 58-59 dalam hati (membaca senyap).
5.          Siswa secara mandiri diminta menuliskan pertanyaan tentang hal yang ingin mereka ketahui lagi tentang Suku Minang. Siswa menuliskan pertanyaan sebanyak-banyaknya tentang suku Minang. (creativity and innovation)
6.          Siswa dibagi dalam kelompok kecil yang terdiri dari 3-4 siswa. Siswa diminta mendiskusikan jawaban dari pertanyaan yang telah ditulis dengan teman satu kelompok.(collaboration) (santun,peduli,tanggung jawab)
7.          Siswa menyimak saat guru menjelaskan bahwa keragaman yang ada di sekitar tidak terbatas pada suku tetapi mencakup keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama. Siswa diminta untuk menunjukkan sikap santun kepada teman-teman yang berbeda budaya. Kegiatan ini untuk menumbuhkan karakter. (menyimak)
8.          Siswa dipandu oleh guru untuk mencari informasi lebih lanjut tentang keragaman sosial dan budaya yang terdapat di lingkungan provinsi mereka masing-masing. Guru membantu mengarahkan siswa untuk mencari dari berbagai sumber seperti buku bacaan, buku perpustakaan, media internet, dan sumber bacaan lain. Kegiatan ini dapat digunakan untuk mengembangkan literasi.
9.          Siswa menuliskan hasil temuan mereka dalam kolom yang disediakan pada BS halaman 60. (menalar)
10.      Setelah mendapat informasi yang cukup, siswa mempresentasikan informasi yang mereka peroleh dalam kelompok ke depan kelas. (mengkomunikasikan) (percaya diri)
11.      Setelah siswa selesai mempresentasikan tentang keragaman sosial dan budaya di lingkungan provinsi mereka, guru menginformasikan kepada siswa bahwa mereka akan melanjutkan mempelajari tari Bungong Jeumpa.
12.      Siswa mendiskusikan dan memperagakan gerakan dasar tari Bungong Jeumpa setelah mengamati gambar pada BS halaman 61-62, membaca penjelasan, dan menyaksikan peragaan dari guru. (diri)
13.      Siswa dipandu oleh guru melakukan gerakan dasar tari Bungong Jeumpa dalam posisi duduk. mencoba) (percaya
14.      Setelah selesai menari, siswa menyimak penjelasan guru bahwa tari Bungong Jeumpa merupakan satu dari sekian banyak tarian yang ada di Indonesia. Kita semestinya bersyukur dan menghargai keberagaman tersebut. Ketika kita saling menghargai dalam keanekaragaman sosial dan budaya, maka akan tercipta kehidupan yang harmonis. (bersyukur, toleransi)
110 menit
Penutup
1.         Siswa bersama guru melakukan refleksi atas pembelajaran yang telah berlangsung:
·      Seberapa sering kita bekerja sama dengan orang yang berbeda suku, budaya, dan agama?
·      Apa yang akan dilakukan setelah mengetahui bahwa terdapat keberagaman di lingkungan sekitar?
2.          Siswa bersama guru menyimpulkan hasil pembelajaran pada hari ini. (menyimpulkan)
3.         Siswa menyimak penjelasan guru tentang aktivitas pembelajaran pada pertemuan selanjutnya. Termasuk menyampaikan kegiatan bersama orang tua yaitu: menyampaikan kepada orang tua tentang pentingnya memahami dan menghargai keragaman serta perbedaan yang ada di sekitar.
4.         Siswa menyimak cerita motivasi tentang pentingnya sikap santun.
5.         Siswa melakukan operasi semut untuk menjaga kebersihan  kelas.
6.         Kelas ditutup dengan doa bersama dipimpin salah seorang siswa.
15 menit

H.  PENILAIAN
1.    Teknik Penilaian
a.    Penilaian Sikap
Mencatat hal-hal menonjol (positif atau negatif) yang ditunjukkan siswa dalam sikap santun.

b.    Penilaian Pengetahuan
Muatan
Indikator
Teknik Penilaian
Bentuk Instumen
IPS
3.2.2 Menjelaskan keragaman sosial dan budaya provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia secara tertulis dan lisan.
Tes tertulis
Soal pilihan ganda
Soal isian
Soal uraian
SBdP
3.3.2 Menjelaskan dasar-dasar gerak tari Bungong Jeumpa dalam posisi duduk.
Tes tertulis
Soal pilihan ganda
Soal isian
Soal uraian

c.    Unjuk Kerja
Muatan
Indikator
Teknik Penilaian
Bentuk Instumen
IPS
4.2.2 Menyajikan keragaman sosial dan budaya provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia secara tertulis dan lisan.
Unjuk kerja dan hasil
Rubrik penilaian pada BG halaman 57.
SBdP
4.3.2 Mempraktikkan dasar-dasar gerak tari Bungong Jeumpa dalam posisi duduk.
Unjuk kerja
Catatan Anekdot untuk mencatat untuk melihat kemampuan siswa.

d.    Pengayaan
Apabila ada waktu tersisa, siswa dapat berlatih tari Bungong Jeumpa secara berpasangan.

2.    Bentuk Instrumen Penilaian
a.    Jurnal Penilaian Sikap
No.
Tanggal
Nama Siswa
Catatan Perilaku
Butir Sikap
Tindak Lanjut
1.





2.





3.





4.





5.






b.    Rubrik Penilaian IPS
Tulisan dan presentasi tentang keragaman sosial dan budaya di provinsi masing-masing dinilai dengan rubrik.






Kriteria
Baik Sekali
(4)
Baik
(3)
Cukup
(2)
Perlu Pendampingan
(1)
Struktur presentasi
Presentasi memuat pembukaan, inti, dan penutup serta dikomunikasikan secara runtut.
Presentasi memuat pembukaan atau penutup dan inti serta dikomunikasikan secara runtut.
Presentasi hanya memuat inti serta disampaikan secara runtut.
Presentasi hanya memiliki pembuka atau penutup saja.
Tema
Seluruh gagasan pokok dan gagasan pendukung sesuai dengan tema.
Sebagian besar gagasan pokok dan gagasan pendukung sesuai dengan tema.
Sebagian kecil gagasan pokok dan gagasan pendukung sesuai dengan tema.
Gagasan pokok dan gagasan pendukung tidak sesuai tema.
Fakta pendukung
Seluruh fakta tentang keragaman sosial dan budaya yang terdapat di lingkungan provinsi masing-masing disajikan dengan benar.
Sebagian besar fakta tentang keragaman sosial dan budaya yang terdapat di lingkungan provinsi masing-masing disajikan dengan benar.
Sebagian kecil fakta tentang keragaman sosial dan budaya yang terdapat di lingkungan provinsi masing-masing disajikan dengan benar.
Fakta tentang keragaman sosial dan budaya yang terdapat di lingkungan provinsi masing-masing tidak benar.
Penilaian (penskoran):

c.    Catatan Anekdot Penilaian SBdP
Proses pembelajaran tari Bungong Jeumpa dinilai dengan catatan Anekdot untuk melihat kemampuan siswa.
No.
Tanggal
Nama Siswa
Catatan Kemampuan Siswa
Tindak Lanjut
1.




2.




3.




4.




5.





Text Box: Refleksi Guru:


Mengetahui,
Kepala SDN 22 Bengkulu Selatan



YENNI, S.Pd
NIP


Gunung Kembang ,  September 2019
Guru Kelas IV



TRISNI WAHYUNI, S.Pd
NIP


Satuan Pendidikan               : SDN 22 Bengkulu Selatan
Kelas                                    : IV (empat)
Tema                                    : 1 (Indahnya Kebersamaan)

Kompetensi Inti                                                                                                    

KI 1
:
Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2
:
Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangga.
KI 3
:
Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah.
KI 4
:
Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.

MAPEL
KOMPETENSI DASAR
KETERANGAN
KI 1
KI 2
PPKn
1.4 Mensyukuri berbagai bentuk keberagaman suku, bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa.
2.4 Menampilkan sikap kerja sama dalam berbagai bentuk keberagaman suku, bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan.
·      Pembelajaran pada KD KI 1 dan  KI 2 terintegrasi dalam pembelajaran pada KI 3 dan KI 4 melalui indirect teaching.
·      Penilaian hasil belajar dilakukan melalui observasi, penilaian diri, penilaian antarteman, dan jurnal (catatan pendidik).



SILABUS TEMATIK TERPADU
SDN 22 BENGKULU SELATAN
KELAS IV  TEMA 1 SUBTEMA 1

Nama Sekolah   : SDN 22 Bengkulu Selatan
Kelas                 : IV (empat)
Semester           : I (satu)
Subtema 1         : Keberagaman Budaya Bangsaku

Mata Pelajaran
Kompetensi Dasar
Materi Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran
Penilaian
Alokasi Waktu
Sumber Belajar
PPKn
3.4 Mengidentifikasi berbagai bentuk keberagaman suku, bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan.
1.     Bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan
2.     Sikap toleransi dan kerja sama antarteman yang berbeda suku, agama, dan budaya
3.     Bentuk-bentuk keberagaman
4.     Bentuk kerja sama dalam keberagaman sosial dan budaya
5.     Makna persatuan dan kesatuan dalam keberagaman
6.     Pentingnya sikap persatuan dan kesatuan dalam keberagaman
7.     Contoh-contoh sikap persatuan dan kesatuan dalam keberagaman di lingkungan
Mengamati
·   Mengamati ragam rumah dan pakaian adat Indonesia.
·   Membaca teks tentang keragaman budaya Indonesia.
·   Mendengarkan bunyi alat musik daerah melalui demonstrasi, video, atau audio.
·   Mengamati gambar dan membaca teks tentang alat musik tradisional.
·   Mengamati tari kreasi daerah melalui demonstrasi oleh guru atau video.
·   Mengamati gambar tentang gerakan-gerakan dalam tari kreasi daerah.
·   Membaca teks tentang keberagaman suku bangsa, sosial, budaya, etnis, dan agama.
·   Membaca teks tentang tarian daerah/ tradisional.
·   Membaca teks tentang budaya suatu daerah atau suku bangsa di Indonesia.
·   Membaca informasi tentang keragaman sosial dan budaya melalui internet, koran, atau majalah.

Menanya

·   Saling bertanya tentang asal suku.
·   Mewawancarai teman tentang daerah asal dan ciri khas daerah asalnya.
·   Menanyakan sikap-sikap menghargai perbedaan dam keberagaman.
·   Menanyakan cara memainkan alat musik tradisional hingga menghasilkan bunyi.
·   Menanyakan contoh-contoh sikap persatuan dan kesatuan dalam kehidupan sehari-hari.
·   Menanyakan hal-hal yang ingin diketahui tentang suatu suku di Indonesia dan ciri khasnya.

Mengumpulkan Informasi

·   Berdiskusi tentang keragaman pakaian adat, rumah tradisonal dan makanan tradisional.
·   Berdiskusi tentang isi teks yang dibaca tentang keragaman budaya Indonesia.
·   Berdiskusi tentang gagasan pokok dan gagasan pendukung setiap paragraf dari teks yang dibaca.
·   Melakukan pendataan teman yang ada di kelas tentang daerah asal dan ciri khas daerah asalnya.
·   Menjawab pertanyaan tentang keragaman dan sikap-sikap menghargai perbedaan dalam keberagaman.
·   Mencoba membunyikan alat musik tradisional.
·   Menuliskan cara memainkan alat musik tradisional dan caranya menghasilkan bunyi.
·   Melakukan kegiatan eksplorasi menggunakan benda-benda yang dapat menghasilkan bunyi yang terdapat di kelas dan sekitarnya.
·   Berdiskusi tentang cara menghasilkan bunyi yang harmonis dalam ansambel bunyi bersama teman yang berbeda suku dan agama.
·   Berdiskusi tentang dasar-dasar gerakan tari.
·   Mempraktikkan dasar-dasar gerakan tari kreasi daerah.
·   Berdiskusi untuk mengidentifikasi keberagaman suku bangsa, sosial, budaya, etnis, dan agama.
·   Menjawab pertanyaan tentang persatuan dan kesatuan dalam keberagaman di masyarakat.
·   Menjawab pertanyaan tentang cara menyikap keberagaman di sekolah dan masyarakat.
·   Melakukan percobaan tentang perambatan bunyi dengan bahan-bahan sekitar.
·   Berdiskusi tentang hubungan antargagasan setiap paragraf dari teks yang dibaca.
·   Mempraktikkan konsep persatuan dengan sapu lidi.
·   Mencari tambahan informasi tentang keragaman sosial dan budaya di lingkungan sekitar melalui internet, koran, narasumber, atau majalah.
·   Berdiskusi tentang perbedaan gagasan pokok dan gagasan pendukung.
·   Membuat rencana kegiatan yang mencerminkan sikap persatuan dan kesatuan dalam perbedaan di lingkungan sekolah.

Menalar/mengasosiasi

·   Menyimpulkan bahwa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa dan budaya namun tetap bersatu dalam NKRI.
·   Menentukan isi teks yang dibaca tentang keragaman budaya Indonesia.
·   Menentukan gagasan pokok dan gagasan pendukung setiap paragraf dari teks yang dibaca.
·   Menjelaskan sikap-sikap menghargai perbedaan dalam keberagaman.
·   Menyimpulkan pentingnya sikap menghargai dalam keragaman budaya.
·   Menjelaskan cara memainkan alat musik tradisional dan caranya menghasilkan bunyi.
·   Menyimpulkan cara benda-benda yang menjadi sumber bunyi menghasilkan bunyi.
·   Menyimpulkan cara menghasilkan bunyi yang harmonis dalam ansambel bunyi bersama teman yang berbeda suku dan agama.
·   Menyimpulkan tentang kehidupan harmonis dalam keragaman sosial dan budaya.
·   Menyimpulkan tentang persatuan dan kesatuan dalam keberagaman di masyarakat.
·   Menyimpulkan cara menyikap keberagaman di sekolah dan masyarakat.
·   Menjelaskan contoh-contoh sikap persatuan dan kesatuan dalam kehidupan sehari-hari.
·   Menyimpulkan tentang perambatan bunyi dan media perambatan bunyi.
·   Menentukan hubungan antargagasan setiap paragraf dari teks yang dibaca.
·   Menyimpulkan tentang semangat persatuan dan kesatuan dalam keragaman.
·   Menyelaraskan gerakan-gerakan tari kreasi daerah dengan teman satu kelompok.
·   Menyimpulkan tentang perbedaan gagasan pokok dan gagasan pendukung.

Mengomunikasikan

·   Menyajikan gagasan pokok dan gagasan pendukung setiap paragraf dalam bentuk peta pikiran.
·   Menceritakan pengalaman bersama teman yang berasal dari suku, agama, atau kepercayaan yang berbeda.
·   Menyajikan laporan hasil pengamaatn tentang cara menghasilkan bunyi dari beragam benda di sekitar.
·   Memperagakan dasar-dasar gerakan tari kreasi daerah.
·   Membuat laporan percobaan tentang perambatan bunyi dengan bahan-bahan sekitar.
·   Mempresentasikan informasi tentang keberagaman sosial dan budaya yang ada di lingkungan sekitar.
·   Menari tari kreasi daerah sebagai salah satu bentuk kecintaan terhadap keberagaman budaya daerah.
·   Menyajikan rencana kegiatan yang mencerminkan sikap persatuan dan kesatuan dalam perbedaan di lingkungan sekolah.
·    Sikap:
Pengamatan tentang perilaku disiplin, tanggung jawab dan jujur dalam setiap kegiatan pembelajaran yang dilakukan pada subtema Keberagaman Budaya Bangsaku

·   Pengetahuan:
1.           Tes lisan
2.           Tes tulis

·   Keterampilan:
1.            Portofolio
2.            Unjuk kerja
3.            Proyek

32 JP
· Buku teks pelajaran tematik kelas IV tema 1
· Media gambar
· Kaset dan tape recorder
· Video gerak tari
· Benda-benda yang menghasilkan sumber bunyi: alat musik, peluit, dll
· Perlengkapan untuk eksperimen
· Surat kabar, majalah, tabloid, internet
· Rumah Juara kelas IV tema 1 subtema 1

4.4 Menyajikan berbagai bentuk keberagaman suku, bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan.
Bahasa Indonesia
3.1 Mencermati gagasan pokok dan gagasan pendukung yang diperoleh dari teks lisan, tulis, atau visual.
1.   Gagasan pokok dan gagasan pendukung dalam teks tulis
2.   Perbedaan gagasan pokok dan gagasan pendukung
3.   Hubungan antargagasan pada teks tulis
3.2 Mencermati keterhubungan antargagasan yang didapat dari teks lisan, tulis, atau visual.
4.1 Menata informasi yang didapat dari teks berdasarkan keterhubungan antargagasan ke dalam kerangka tulisan.
4.2 Menyajikan hasil pengamatan tentang keterhubungan antargagasan ke dalam tulisan.
Ilmu Pengetahuan Alam
3.6 Menerapkan sifat-sifat bunyi dan keterkaitannya dengan indera pendengaran.
1.   Pengertian bunyi dan cara terjadinya bunyi
2.   Sumber bunyi
3.   Cara menghasilkan bunyi
4.   Faktor yang mempengaruhi perbedaan bunyi  (amplitudo, frekuensi, resonansi)
5.   Sifat-sifat perambatan bunyi
6.   Media perambatan bunyi
4.6 Menyajikan laporan hasil percobaan tentang sifat-sifat bunyi.
Ilmu Pengetahuan Sosial
3.2 Mengidentifikasi keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta hubungannya dengan karakteristik ruang.
1.   Keragaman sosial dan budaya di Indonesia
2.   Sikap menghargai keragaman

4.2 Menyajikan hasil identifikasi mengenai keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta hubungannya dengan karakteristik ruang.
Seni Budaya dan Prakarya
3.3 Memahami dasar-dasar gerak tari daerah.
1.   Macam dan ragam gerak dalam seni tari
2.   Gerakan tari kreasi daerah dalam posisi berdiri dan duduk
4.3 Meragakan dasar-dasar gerak tari daerah.




Mengetahui,
Kepala SDN 22 Bengkulu Selatan



YENNI, S.Pd



Gunung Kembang ,  September 2019
Guru Kelas IV



TRISNI WAHYUNI, S.Pd