Rabu, 29 April 2020



BAHAN AJAR STEAM KELAS VI SD
IPA KD 3.6 DAN 4.6




Disusun oleh:

TRISNI WAHYUNI, S. Pd
A2G 019050
LOKAL A S2 PENDIDIKAN DASAR


Dosen Pengampu:
Drs. IRWAN KOTO, M.A., Ph.D




PROGRAM STUDI MAGISTER (S-2) PENDIDIKAN DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS BENGKULU
2019



BAHAN AJAR KELAS VI
Menghemat Energi Listrik


Ringkasan Materi Pelajaran :
Mengapa Harus Hemat Listrik?
Energi listrik harus digunakan sesuai dengan kebutuhan. Jika kita menggunakan listrik secara berlebihan (boros) maka lama kelamaan cadangan energi listrik akan habis. Energi yang kita gunakan saat ini tidak langsung diambil dari alam, tetapi dihasilkan oleh stasiun pembangkit listrik. Tahukah kamu bahwa sebagian pembangkit listrik di Indonesia masih menggunakan bahan bakar fosil seperti batu bara dan minyak bumi ? batu bara dan minyak bumi merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Jika bahan bakar ini terus digunakan, maka suatu saat akan habis.
Tahukah kamu ?
Hampir semua kegiatan manusia di era globalisasi ini membutuhkan energi listrik, mulai dari kegiatan rumah tangga, perkantoran, pertokoan, pabrik/industri, bahkan aktivitas pribadi pun memerlukan tenaga listrik. Tanpa listrik kita tidak bisa membayangkan bagaimana hidup ini. Namun, dibalik manfaatnya, energi listrik ternyata juga memiliki dampak negatif bagi kehidupan di Bumi jika kita menggunakannya secara berlebihan.
Dampak dari pemborosan energi sebenarnya sudah kita rasakan. Hal ini terasa dari peningkatan suhu global. Meningkatnya suhu global menyebabkan naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca ekstrem, lebih lamanya cuaca panas darpada cuaca dingin, dan hilangnya gletser, serta akibat-akibat lainnya. Jika fenomena ini terus terjadi tanpa antisipasi dan penanggulangan, mungkin kelangsungan hidup manusia akan terancam.
Untuk menghindari dampak pemanasan global, maka salah satu cara yang bisa dilakukan yaitu dengan melakukan sikap hidup hemat listrik. Contoh sehari-hari yang bisa kita lakukan adalah: (1) Menggunakan listrik seperlunya, contohnya lepaskan charger Hp saat tidak digunakan, matikan kipas angin saat tidak dipakai, matikan lampu saat tidak digunakan (2) Menggunakan peralatan yang hemat energi, seperti mengganti lampu pijar disekitar kita dengan lampu hemat energi. (3) Tidak terlalu sering menghidupkan dan mematikan alat dengan daya tinggi. Sebaiknya kita mencuci dan menyetrika dengan jumlah yang banyak sekalian dari pada sedikit-demi sedikit tapi sering. (4) Menggunakan sumber energi alternatif. Contohnya kita membuka jendela agar angin dan cahaya bisa masuk sehingga mengurangi pemakaian AC, kipas angin, dan lampu saat siang hari.

Kaitan dengan Teknologi :
Semenjak Bapak Listrik Thomas Edison menemukan bola lampu pada tahun 1987, maka sekarang banyak sekali perkembangan tekhnologi yang menggunakan listrik. Hampir semua aktifitas manusia sekarang ini menggunakan energi listrik. Seperti lampu, TV, radio, lemari pendingin, pemanas air, mesin cuci, komputer, handphone, AC, kipas angin, dan lain sebagainya. Kita sekarang membutuhkan energi listrik dalam jumlah banyak, sehingga kita harus menggunakan energi listrik dengan sebaiknya atau tidak boros, misalnya saja melalui penggunaan lampu hemat listrik.
Kompetensi Dasar  :
3.6 Menjelaskan cara menghasilkan, menyalurkan, dan menghemat energi listrik.
4.6 Menyajikan karya tentang berbagai cara melakukan penghematan energi dan  usulan sumber alternatif energi listrik.
Indikator  :
3.6.1 Menjelaskan cara menghemat energi listrik.
4.6.1 Menyajikan laporan hasil percobaan pembuktian lampu hemat energi listrik.

Tujuan Pembelajaran : Setelah pelajaran ini, siswa seharusnya mampu untuk

1.        Menyebutkan contoh penggunaan listrik dalam kehidupan sehari-hari.
2.        Menjelaskan manfaat hidup hemat listrik.
3.        Menjelaskan sikap hidup hemat listrik.
4.        Menjelaskan dampak kalau tidak hemat listrik.
5.        Menjelaskan cara menghemat energi listrik melalui percobaan pembuktian lampu hemat energi dengan tepat.
6.        Menyajikan laporan hasil percobaan pembuktian lampu hemat energi listrik dengan sistematis.

Pendahuluan/ Motivasi :
Siswa diberi informasi bahwa listrik tidak dapat dilepaskan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak sekali aktifitas manusia sehari-hari yang melibatkan penggunaan listrik Selanjutnya untuk mengeksplorasi pengetahuan siswa mengenai listrik, siswa melakukan brainstorming, seperti :
·         Apa saja contoh di sekitar kita yang menggunakan energi listrik ? (kemungkinan jawaban siswa : lampu, TV, radio, lemari pendingin, pemanas air, mesin cuci, komputer, AC, kipas angin, dan lain sebagainya).
·         Terbayangkah oleh kalian jika energi listrik habis dan tidak dapat diperbaharui akan seperti apa hidup kita nanti ? (kemungkinan jawaban siswa: tidak ada lampu, tv, komputer, dll).
·         Nah, ternyata masyarakat kita harus memiliki sikap hemat energi. Ayo kita belajar bagaimana caranya menghemat energi listrik? Dan mengapa kita perlu menerapkan sikap hidup hemat listrik? Bagaimanakah caranya?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, ayo kita diskusikan prilaku hemat energi melalui gambar berikut ini dan ayo kita lakukan percobaan sederhana berikut ini !








Siswa diajak berdiskusi memperhatikan gambar aktifitas manusia yang menggunakan listrik dalam kehidupan sehari-hari. Seperti menggunakan lampu, nonton TV, kipas angin, radio, komputer, pengering rambut, dll. Kemudian dikaitkan ke prilaku mengapa kita harus hemat energi listrik. Dan bagaimana cara kita menghemat energi listrik ?





Gambar 1 : Aktifitas manusia yang menggunakan  listrik
                                          listrik

 




  






Gambar 2 : Cara menghemat energi listrik

Tahap Penutup :
Siswa diminta menyebutkan contoh aktifitas manusia dalam kehidupan sehari-hari yang menggunakan listrik (kemungkinan jawaban siswa lampu, TV, radio, lemari pendingin, pemanas air, mesin cuci, komputer, AC, kipas angin, dan lain sebagainya).
Siswa diminta menyebutkan bagaimana sikap hidup hemat listrik (kemungkinan jawaban siswa : (1) mematikan lampu dan peralatan elektronik seperti tv, radio, kipas, dll apabila tidak digunakan lagi. (2) Menggunakan lampu hemat energi (3) mencuci dan menyetrika dengan jumlah yang banyak sekalian dari pada sedikit-demi sedikit tapi sering. (4) Menggunakan sumber energi alternatif. Contohnya kita membuka jendela agar angin dan cahaya bisa masuk sehingga mengurangi pemakaian AC, kipas angin, dan lampu saat siang hari).
Guru menginformasikan akibat kalau kita tidak hemat energi untuk masa depan yang akan datang. Dan guru menjelaskan percobaan sederhana mengenai lampu hemat listrik.
Istilah Sains? Definisi
Energi listrik
: energi utama yang dibutuhkan bagi peralatan listrik/energi yang tersimpan dalam arus listrik dengan satuan volt (V) dengan ketentuan kebutuhan konsumsi daya listrik dengan satuan watt (W).
Hemat energi 
: menggunakan energi secukupnya saat diperlukan dan tidak membiarkan energi terbuang saat tidak dibutuhkan.
Bahan bakar fosil

: sumber daya alam yang mengandung hidrokarbon seperti batu bara, gas alam dan minyak bumi.
Suhu global    
: pemanasan global, dimana proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan bumi.
Gletser            
: sebuah bongkahan es yang besar yang terbentuk di atas permukaan tanah yang merupakan akumulasi endapan salju.
Intensitas                    
: tingkatan/ keadaan/ ukuran.
Fenomena
: rangkaian peristiwa serta bentuk keadaan yang bisa diamati.

Asesman :
Siswa melakukan percobaan sederhana yaitu membuat rangkaian lampu sederhana seri untu mengetahui lampu hemat listrik. Siswa membentuk kelompok dengan jumlah angotanya sebanyak 3 - 4 orang siswa. Setiap kelompok mendapatkan alat, bahan serta petunjuk pengerjaan pecobaan yang akan dilakukan. Kemudian setiap siswa bekerjasama dalam melakukan percobaan dengan memperhatikan keselamatan kerja. Serta menjawab pertanyaan yang diberikan. Lalu setiap kelompok membuat laporan dari percobaan pembuktian lampu hemat energi. Berikan kesempatan untuk setiap kelompok menjelaskan hasil kegiatan percobaan yang telah mereka lakukan di depan kelas. Lalu berikanlah nomor kepada setiap anggota kelompok untuk mempunyai nomor (misal no. 1; no. 2; no. 3; dst). Panggil nomor 3, maka setiap anggota kelompok yang bernomor 3 disuruh maju kedepan.  Ajukan pertanyaan dan minta setiap siswa yang di depan menjawab pertanyaan di papan tulis. Setiap kelompok memperoleh skor jika jawaban yang diberikan benar. Lakukan hal yang sama untuk anggota kelompok lain sampai soal terjawab semuanya.
Sebelum mengajukan pertanyaan, guru memberikan beberapa stimulus dengan cara mengajak siswa menyanyikan lagu hemat energi listrik, dan menggali kembali pengetahuan atau informasi  yang sudah diperoleh siswa, seperti : Apa itu hemat energi? Mengapa kita harus hemat listrik ? (kemungkinan ada beberapa siswa yang akan menjawab, dan guru boleh menyuruh setiap siswa yang menunjuk tangan untuk menjawab pertanyaan tersebut secara bergantian, barulah guru menyimpulkan dan memberikan penjelasan yang lebih lengkap dari jawaban-jawaban siswa tersebut).
Pertanyaan yang diajukan :
1.      Apa peran energi listrik di era globalisasi saat ini ?
2.      Apa saja contoh sikap boros listrik ?
3.      Apa yang terjadi ketika kita tidak menghemat listrik?
4.      Apakah kamu telah melaksanakan sikap hidup hemat listrik? Tuliskan contohnya !
5.      Lampu mana yang.memiliki kualitas cahaya paling terang?
6.      Lampu mana yang paling hemat energi? Jelaskan !


Gambar 3 : Percobaan lampu sederhana seri menggunakan 3 jenis lampu yang berbeda
Pengayaan :
Tugas Pengayaan : Penyelesaian sebuah proyek yang dikerjakan dalam kelompok.
1.      Siswa diminta membuat satu rangkaian lampu sederhana seri, lalu melakukan pembuktian lampu hemat energi.
2.      Siswa membuat laporan dari percobaan tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar