BAHAN AJAR STEAM KELAS VI SD
IPA KD 3.6 DAN 4.6
IPA KD 3.6 DAN 4.6
Disusun oleh:
TRISNI WAHYUNI, S. Pd
A2G 019050
LOKAL A S2 PENDIDIKAN DASAR
Dosen Pengampu:
Drs. IRWAN KOTO, M.A., Ph.D
PROGRAM STUDI MAGISTER (S-2) PENDIDIKAN
DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS BENGKULU
2019
BAHAN AJAR KELAS VI
Menghemat Energi
Listrik
Ringkasan
Materi Pelajaran :
Mengapa Harus Hemat Listrik?
Energi listrik harus digunakan sesuai dengan
kebutuhan. Jika kita menggunakan listrik secara berlebihan (boros) maka lama
kelamaan cadangan energi listrik akan habis. Energi yang kita gunakan saat ini
tidak langsung diambil dari alam, tetapi dihasilkan oleh stasiun pembangkit
listrik. Tahukah kamu bahwa sebagian pembangkit listrik di Indonesia masih
menggunakan bahan bakar fosil seperti batu bara dan minyak bumi ? batu bara dan
minyak bumi merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Jika
bahan bakar ini terus digunakan, maka suatu saat akan habis.
Tahukah
kamu ?
Hampir semua kegiatan
manusia di era globalisasi ini membutuhkan
energi listrik, mulai dari kegiatan rumah tangga, perkantoran,
pertokoan, pabrik/industri, bahkan aktivitas pribadi pun memerlukan tenaga
listrik. Tanpa listrik kita tidak bisa
membayangkan bagaimana hidup ini. Namun, dibalik manfaatnya, energi
listrik ternyata juga memiliki dampak negatif bagi kehidupan di Bumi jika kita
menggunakannya secara berlebihan.
Dampak dari pemborosan energi sebenarnya
sudah kita rasakan. Hal ini terasa dari
peningkatan suhu global. Meningkatnya suhu global menyebabkan naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas
fenomena cuaca ekstrem, lebih lamanya cuaca
panas darpada cuaca dingin, dan hilangnya gletser, serta akibat-akibat lainnya. Jika fenomena ini terus terjadi tanpa
antisipasi dan penanggulangan, mungkin kelangsungan hidup manusia akan
terancam.
Untuk
menghindari dampak pemanasan global, maka
salah satu cara yang bisa dilakukan yaitu dengan melakukan sikap hidup hemat
listrik. Contoh sehari-hari yang bisa kita lakukan adalah: (1) Menggunakan
listrik seperlunya, contohnya lepaskan charger Hp saat tidak digunakan, matikan
kipas angin saat tidak dipakai, matikan lampu saat tidak digunakan (2) Menggunakan peralatan yang hemat energi, seperti mengganti
lampu pijar disekitar kita dengan lampu hemat energi. (3) Tidak terlalu sering
menghidupkan dan mematikan alat dengan daya tinggi. Sebaiknya kita mencuci dan
menyetrika dengan jumlah yang banyak sekalian dari pada sedikit-demi sedikit
tapi sering. (4) Menggunakan sumber energi alternatif. Contohnya kita membuka
jendela agar angin dan cahaya bisa masuk sehingga mengurangi pemakaian AC,
kipas angin, dan lampu saat siang hari.
Kaitan
dengan Teknologi :
Semenjak Bapak Listrik Thomas
Edison menemukan bola lampu pada tahun 1987, maka sekarang banyak sekali
perkembangan tekhnologi yang menggunakan listrik. Hampir
semua aktifitas manusia sekarang ini menggunakan energi listrik. Seperti lampu,
TV, radio, lemari pendingin, pemanas air, mesin cuci, komputer, handphone, AC,
kipas angin, dan lain sebagainya. Kita sekarang membutuhkan energi listrik
dalam jumlah banyak, sehingga kita harus menggunakan energi listrik dengan
sebaiknya atau tidak boros, misalnya saja melalui penggunaan lampu hemat
listrik.
Kompetensi
Dasar :
3.6 Menjelaskan
cara menghasilkan, menyalurkan, dan menghemat energi listrik.
4.6 Menyajikan
karya tentang berbagai cara melakukan penghematan energi dan usulan sumber alternatif energi listrik.
Indikator :
3.6.1
Menjelaskan cara menghemat energi listrik.
4.6.1
Menyajikan laporan hasil percobaan pembuktian lampu hemat energi listrik.
Tujuan Pembelajaran : Setelah pelajaran ini, siswa seharusnya mampu untuk
1.
Menyebutkan contoh penggunaan listrik dalam
kehidupan sehari-hari.
2.
Menjelaskan manfaat hidup hemat listrik.
3.
Menjelaskan sikap hidup hemat listrik.
4.
Menjelaskan dampak kalau tidak hemat listrik.
5.
Menjelaskan cara
menghemat energi listrik melalui percobaan
pembuktian lampu hemat energi dengan tepat.
6.
Menyajikan laporan
hasil percobaan pembuktian lampu hemat energi listrik
dengan sistematis.
Pendahuluan/
Motivasi :
Siswa diberi informasi bahwa
listrik tidak dapat dilepaskan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak sekali
aktifitas manusia sehari-hari yang melibatkan penggunaan listrik Selanjutnya
untuk mengeksplorasi pengetahuan siswa mengenai listrik, siswa melakukan
brainstorming, seperti :
·
Apa
saja contoh di sekitar kita yang menggunakan energi listrik ? (kemungkinan
jawaban siswa : lampu, TV, radio, lemari pendingin,
pemanas air, mesin cuci, komputer, AC, kipas angin, dan lain sebagainya).
·
Terbayangkah oleh kalian jika energi listrik habis dan tidak dapat diperbaharui akan seperti apa
hidup kita nanti ? (kemungkinan jawaban siswa: tidak ada lampu, tv, komputer,
dll).
·
Nah,
ternyata masyarakat kita harus memiliki sikap hemat energi. Ayo kita belajar
bagaimana caranya menghemat energi listrik? Dan mengapa kita perlu menerapkan
sikap hidup hemat listrik? Bagaimanakah caranya?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, ayo kita diskusikan prilaku hemat
energi melalui gambar berikut ini dan ayo kita lakukan percobaan sederhana
berikut ini !
|
Siswa
diajak berdiskusi memperhatikan gambar aktifitas manusia yang menggunakan
listrik dalam kehidupan sehari-hari. Seperti menggunakan lampu, nonton TV,
kipas angin, radio, komputer, pengering rambut, dll. Kemudian dikaitkan ke
prilaku mengapa kita harus hemat energi listrik. Dan bagaimana cara kita
menghemat energi listrik ?
|
|
Gambar 1 :
Aktifitas manusia yang menggunakan
listrik
listrik
|
Gambar
2 : Cara menghemat energi listrik
Tahap
Penutup :
Siswa
diminta menyebutkan contoh aktifitas manusia dalam kehidupan sehari-hari yang
menggunakan listrik (kemungkinan jawaban siswa lampu, TV, radio, lemari
pendingin, pemanas air, mesin cuci, komputer, AC, kipas angin, dan lain
sebagainya).
Siswa
diminta menyebutkan bagaimana sikap hidup hemat listrik (kemungkinan jawaban
siswa : (1) mematikan lampu dan peralatan elektronik seperti tv, radio, kipas,
dll apabila tidak digunakan lagi. (2) Menggunakan lampu hemat energi (3) mencuci dan menyetrika
dengan jumlah yang banyak sekalian dari pada sedikit-demi sedikit tapi
sering. (4) Menggunakan sumber energi alternatif. Contohnya kita membuka
jendela agar angin dan cahaya bisa masuk sehingga mengurangi pemakaian AC,
kipas angin, dan lampu saat siang hari).
Guru menginformasikan akibat kalau kita tidak hemat energi untuk
masa depan yang akan datang. Dan guru menjelaskan percobaan sederhana mengenai
lampu hemat listrik.
Istilah
Sains? Definisi
Energi
listrik
|
: energi utama yang dibutuhkan bagi
peralatan listrik/energi yang tersimpan dalam arus listrik dengan satuan volt
(V) dengan ketentuan kebutuhan konsumsi daya listrik dengan satuan watt (W).
|
Hemat
energi
|
: menggunakan energi secukupnya saat
diperlukan dan tidak membiarkan energi terbuang saat tidak dibutuhkan.
|
Bahan
bakar fosil
|
: sumber daya alam yang mengandung
hidrokarbon seperti batu bara, gas alam dan minyak bumi.
|
Suhu
global
|
: pemanasan global, dimana proses meningkatnya
suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan bumi.
|
Gletser
|
: sebuah bongkahan es yang besar yang
terbentuk di atas permukaan tanah yang merupakan akumulasi endapan salju.
|
Intensitas
|
: tingkatan/ keadaan/ ukuran.
|
Fenomena
|
: rangkaian peristiwa serta bentuk
keadaan yang bisa diamati.
|
Asesman
:
Siswa
melakukan percobaan sederhana yaitu membuat rangkaian lampu sederhana seri untu
mengetahui lampu hemat listrik. Siswa membentuk kelompok dengan jumlah
angotanya sebanyak 3 - 4 orang siswa. Setiap kelompok mendapatkan alat, bahan
serta petunjuk pengerjaan pecobaan yang akan dilakukan. Kemudian setiap siswa
bekerjasama dalam melakukan percobaan dengan memperhatikan keselamatan kerja.
Serta menjawab pertanyaan yang diberikan. Lalu setiap kelompok membuat laporan
dari percobaan pembuktian lampu hemat energi. Berikan kesempatan untuk setiap
kelompok menjelaskan hasil kegiatan percobaan yang telah mereka lakukan di
depan kelas. Lalu berikanlah nomor kepada setiap anggota kelompok untuk mempunyai
nomor (misal no. 1; no. 2; no. 3; dst). Panggil nomor 3, maka setiap anggota
kelompok yang bernomor 3 disuruh maju kedepan. Ajukan pertanyaan dan minta setiap siswa yang
di depan menjawab pertanyaan di papan tulis. Setiap kelompok memperoleh skor
jika jawaban yang diberikan benar. Lakukan hal yang sama untuk anggota kelompok
lain sampai soal terjawab semuanya.
Sebelum
mengajukan pertanyaan, guru memberikan beberapa stimulus dengan cara mengajak
siswa menyanyikan lagu hemat energi listrik, dan menggali kembali pengetahuan
atau informasi yang sudah diperoleh
siswa, seperti : Apa itu hemat energi? Mengapa kita harus hemat listrik ?
(kemungkinan ada beberapa siswa yang akan menjawab, dan guru boleh menyuruh
setiap siswa yang menunjuk tangan untuk menjawab pertanyaan tersebut secara
bergantian, barulah guru menyimpulkan dan memberikan penjelasan yang lebih
lengkap dari jawaban-jawaban siswa tersebut).
Pertanyaan
yang diajukan :
1.
Apa peran energi listrik di era
globalisasi saat ini ?
2.
Apa
saja contoh sikap boros listrik ?
3.
Apa
yang terjadi ketika kita tidak menghemat listrik?
4.
Apakah kamu telah melaksanakan sikap
hidup hemat listrik? Tuliskan contohnya !
5.
Lampu mana yang.memiliki kualitas cahaya
paling terang?
6.
Lampu
mana yang paling hemat energi? Jelaskan !
Gambar 3 : Percobaan lampu
sederhana seri menggunakan 3 jenis lampu yang berbeda
Pengayaan
:
Tugas
Pengayaan : Penyelesaian sebuah proyek yang dikerjakan dalam kelompok.
1.
Siswa
diminta membuat satu rangkaian lampu sederhana seri, lalu melakukan pembuktian lampu
hemat energi.
2.
Siswa
membuat laporan dari percobaan tersebut.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar