MAKALAH
PENGGUNAAN MEDIA BERBASIS TIK DALAM PEMBELAJARAN
DI SEKOLAH DASAR (SD)
DISUSUN UNTUK
MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH TIK DALAM PENDIDIKAN

DOSEN PENGAMPU
Dr. ALEXON, M.Pd
Disusun Oleh:
NAMA :
Trisni Wahyuni
NPM :
A2G019050
PROGRAM MAGISTER ( S-2) PENDIDIKAN DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS BENGKULU
TAHUN 2020
PENGGUNAAN MEDIA BERBASIS TIK DALAM PEMBELAJARAN
DI SEKOLAH DASAR (SD)
Oleh:
Trisni
Wahyuni
ABSTRACT
The application of ICT as a learning source andlearning media can be through the utilization of computer devices as an innovative learning source and media. It is expected that with the use of these sources and media can stimulate students' thoughts, feelings, interests also concerns in such a way that the learning process can run well. In addition, the learning process will be more effective because the use of ICT as a source and learning media enables to overcoming the obstacles in the process of communicating between teachers and students. The use of ICT as a learning media can be through the use of computer devices as innovative learning media. It is expected that the use of this media can stimulate the thoughts, feelings, interests and attention of the students in such a way that the learning process can run well. In other hand, the learning process will be more effective because the use of ICT as a learning media enables to solve the obstacles in the process of communication between teachers and students such as physiological, psychological, cultural, and environmental barriers.
Keywords: Information and Communication Technology; Learning Media; Elementary Schools.
KATA PENGANTAR
Puji syukur yang dalam penulis sampaikan kehadirat
Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena berkat kemurahan-Nya makalah ini dapat penulis
selesaikan sesuai yang diharapkan. Dalam makalah ini penulis membahas “Penggunaan
Media Berbasis TIK Dalam Pembelajaran Di Sekolah Dasar (SD)”. Makalah ini
dibuat dalam rangka memperdalam tentang Penggunaan TIK Dalam Penggunaan Media
Berbasis TIK Dalam Pembelajaran Di Sekolah Dasar (SD), terutama bagi Mahasiswa
dan sekaligus melakukan apa yang menjadi tugas Mahasiswa yang mengikuti mata
kuliah “TIK dalam Pendidikan”.
Dalam
proses pendalaman materi TIK ini, tentunya kami mendapat bimbingan, arahan,
koreksi, dan saran, untuk itu rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya kami
sampaikan kepada Bapak Dr Alexon, M.Pd selaku dosen mata kuliah “TIK dalam
Pendidikan” dan rekan-rekan Mahasiswa S2 Pendidikan Dasar Tahun Ajaran
2019/2020 yang telah banyak memberikan masukan untuk makalah ini.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa pembuatan makalah
ini masih jauh dari sempurna, sehingga masih tedpat banyak kekurangan. Karena itu
penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan
dimasa yang akan datang. Akhir kata, penulis berharap dapat bermanfaat
khususnya bagi penulis dan pembaca pada umumnya.
Bengkulu,
Maret 2020
Penulis
DAFTAR
ISI
Halaman
ABSTRAK. ........................................................................................................... ...............ii
KATA PENGANTAR............................................................................................ ...............iii
DAFTAR ISI .......................................................................................................... ...............iv
BAB I PENDAHULUAN............................................................................................1
A.
Latar Belakang .............................................................................................. ...............1
B. Rumusan
Masalah....................................................................................... ...............3
C. Tujuan Masalah............................................................................................ ...............3
D. Manfaat
Penulisan....................................................................................... ...............3
BAB II PEMBAHASAN............................................................................................4
BAB III PENUTUP....................................................................................................9
A. Kesimpulan.................................................................................................... ...............9
B.
Saran............................................................................................................... ...............9
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................. ..............10
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Teknologi
informasi dan komunikasi (TIK) mengalami perkembangan yang amat pesat sehingga
membawa perubahan yang signifikan dalam percepatan dan inovasi penyelenggaraan
pendidikan di berbagai Negara. Melalui
pemanfaatan TIK kita dapat meningkatkan mutu pendidikan, yaitu dengan cara
membuka dengan lebar terhadap akses ilmu
pengetahuan dan penyelenggaraan pendidikan bermutu. Adanya TIK memberikan
jangkauan yang luas, cepat, efektif, dan efesien terhadap penyebarluasan ke
berbagai penjuru dunia.
TIK
dianggap sangat penting dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu, pemanfaatan
TIK diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di kelas. Salah satu cara pemanfaatan
TIK adalah melalui pembelajaran di kelas yang menggunakan media berbasis
teknologi dan informasi. Guru sebagai tenaga pengajar yang profesional harus
tahu dan paham akan pentingnya TIK dalam pembelajaran pada saat ini. Diharapkan
dengan pemanfaatan TIK ini guru dapat meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.
Penggunaan
TIK sebagai media pembelajaran dapat melalui pemanfaatan perangkat komputer
sebagai media pembelajaran yang inovatif. Diharapkan dengan penggunaan media
ini dapat merangsang pikiran, perasaan, minat serta perhatian peserta didik
sedemikian rupa sehingga proses pembelajaran dapat berjalajan dengan baik.
Selain itu, proses pembelajaran akan lebih efektif karena penggunaan TIK
sebagai media pembelajaran memungkinkan teratasinya hambatan dalam proses
komunikasi guru dengan peserta didik seperti hambatan fisiologis, psikologis,
kultural, dan lingkungan.
Pemanfaatan
teknologi dan komunikasi dalam bidang pendidikan menurut Munir (2009,
pemanfaatan komputer dan jaringan komputer memberikan kesempatan kepada setiap
pembelajaran untuk mengakses materi pembelajaran yang disajikan dalam bentuk
interaktif melalui jaringan komputer. Ksususnya di sekolah dasar di kelas
rendah (kelas 1, 2 dan 3) penggunaan TIK sangat membantu sekali dalam hal
penyampaian materi, dengan menggunakan visualisasi dan animasi diharapkan dapat
meningkatkan pemahaman peserta didik. Selain itu guru sekolah dasar merupakan
guru kelas yang harus menguasai seluruh mata pelajaran terkecuali mata
pelajaran agama dan penjas. Dengan begitu guru sekolah dasar harus lebih
kreatif dan inovatif dikarenakan berbedanya karakteristik dari setiap mata
pelajaran.
Jenis-jenis sumber dan
media pembelajaran berbasis TIK yang dapat dimanfaatkan oleh guru sekolah dasar
dalam proses pembelajaran anatara lain:
1. Komputer
2. LCD
3. Internet
4. CD Pembelajaran
5. E-mail
6. Persentasi Power Point
Berdasarkan
hasil pengamatan penulis di Sekolah Dasar 10 Bengkulu Selatan, peneliti
menemukan bahwa kurangnya kreatifitas dan inovasi dalam menggunakan media pembelajaran
oleh guru dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga membuat siswa menjadi tidak
tertarik dan tidak mau fokus saat belajar. Hal tersebut terlihat saat siswa
diberikan pertanyaan hanya beberapa orang saja yang menjawab, juga saat siswa
diberikan kesempatan untuk bertanya hanya dua atau tiga orang saja yang berani
untuk bertanya. Tapi saat penulis mengajar mengunakan media pembelajaran, siswa
menjadi lebih aktif dan antusias saat belajar, suasana kelas menjadi
menyenangkan, dan berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Artinya disini
media berpengaruh sangat besar sangat besar.
Menurut
Desmita (2012: 35), terdapat empat karakteristik anak usia SD yaitu senang
bekerja secara berkelompok, senang bermain, senang bergerak, dan senang
melakukan sesuatu secara langsung. Selain itu berdasarkan teori Bruner
kemampuan mental anak berkembang secara bertahap, mulai dari hal yang sederhana
menuju yang rumit, dan dari yang nyata (konkret) ke yang abstrak. Dengan
demikian, selama proses pembelajaran, guru hendaknya memulai dengan menggunakan
benda-benda yang bersifat konkret. Benda yang bersifat konkret akan memudahkan
anak untuk memanipulasi dan merasakan langsung wujud dari benda tersebut.
Dengan demikian akan sesuai dengan karakteristik anak usia SD dan pembelajaran
akan lebih bermakna. Berdasarkan urian tersebut, maka penulis tertarik untuk
mengkaji makalah yang berjdul “Penggunaan Media Berbasis TIK Dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar (SD)”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, maka
rumusan masalah dalam makalah ini adalah “Bagaimana Penggunaan Media Berbasis
TIK dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar (SD)”
C. Tujuan Penulisan
Berdasarkan
rumusan masalah diatas, maka tujuan dari makalah ini adalah “untuk mengetahui bagaimana Penggunaan Media Berbasis TIK dalam
Pembelajaran di Sekolah Dasar (SD)”.
D. Manfaat Penulisan
Hasil penulisan ini diharapkan dapat
memberikan pemahaman masukan dan bahan pertimbangan sehingga memberi manfaat
sebagai berikut:
1. Manfaat
Teoritis
Hasil penulisan ini memberikan pengetahuan teoritis mengenai Penggunaan Media Berbasis TIK dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi penulis
Mendapatkan pengetahuan dan wawasan tentang Penggunaan Media Berbasis TIK dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar
(SD).
b. Bagi pendidik
Sebagai sumber informasi bagi pendidik agar meningkatkan
proses pembelajaran yang inovatif dan berpikir kreatif sehingga pembelajaran
yang dilaksanakan sesuai dengan Kompetensi Dasar indikator, dan tujuan.
c. Bagi peserta
didik
Memberikan pengalaman dan pengetahuan dalam meningkatkan
kemampuan berpikir kreatif dengan menggunakan Penggunaan Media Berbasis TIK dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar
(SD).
BAB
II
PEMBAHASAN
Penggunaan TIK di dunia pendidikan
menyebabkan perubahan mendasar dalam hal
cara mengajar guru, belajar peserta didik, dan manajemen sekolah dari yang
ada sebelumnya. TIK menyebabkan perubahan dalam hal peran guru yang tidak
sekedar sebagai sumber dan pemberi ilmu pengetahuan, namun menjadikannya sebagai seorang fasilitator
bahkan teman belajar peserta didik. Karenanya guru dapat memberikan pilihan dan
tanggung jawab yang besar kepada peserta didik untuk mengalami peristiwa
belajar. Dengan peran guru sebagaimana dimaksud, maka peran peserta didik pun
mengalami perubahan, dari partisipan pasif menjadi partisipan aktif yang banyak
menghasilkan dan berbagi (sharing) pengetahuan/keterampilan serta
berpartisipasi sebanyak mungkin sebagaimana layaknya seorang ahli. Disisi lain
peserta didik juga dapat belajar secara individu, sebagaimana halnya juga
kolaboratif dengan siswa lain.
Peranan TIK dianggap sangat penting dalam
dunia pendidikan. Oleh karena itu, penggunaan TIK diharapkan dapat meningkatkan
kualitas pendidikan kita. Salah satu cara penggunaan TIK yaitu menjadikan TIK
sebagai sumber dan media pembelajaran yang inovatif. Sehingga proses
pembelajaran akan lebih menarik dan hasilnya terasa bermakna oleh peserta
didik. Guru sebagai tenaga pengajar yang
profesional harus tahu dan paham akan pentingnya TIK dalam pembelajaran pada
saat ini.
Kemampuan TIK ini sangat
penting dalam menjalankan kegiatannya sebagai pendidik. Department of
Education, Office of Educational Technology dalam (Foulger,
Graziano, Schmidt-crawford, & Slykhuis, 2017:436) menyatakan bahwa called on teacher preparation programs to develop a set of competencies
to help guide teacher educators in understanding what knowledge, skills, and
attitudes are needed to use and integrate technology throughout a teacher
preparation program.
Teknologi Informasi dan Komunikasi mencakup
dua aspek, Menurut puskur kemendiknas (dalam Rusman, dkk (2011) yaitu:
1. Teknologi Informasi adalah meliputi segala hal yang berkaitan
dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan
informasi.
2. Teknologi komunikasi adalah segala hal yang berkaitan dengan
penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang
satu ke lainya.
Maka, teknologi informasi dan teknologi
komunikasi adalah suatu kesatuan yang tidak terpisahkan yang mengandung
pengertian luas tentang segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan,
manipulasi, pengelolaan dan transfer atau pemindahan informasi antar media.
Pengertian lain dari Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) adalah beragam
set alat teknologi dan sumber daya yang digunakan untuk berkomunikasi dan
menciptakan, menyebarkan, menyimpan dan mengelola Informasi. Definisi yang luas
ini TIK termasuk teknologi radio, televisi, video, DVD, telepon, sistem
satelit, komputer dan perangkat keras jaringan dan perangkat lunak; serta
peralatan dan jasa terkait dengan teknologi ini, seperti video conferencing dan surat elektronik
(UNESCO, 2002).
Jadi secara global TIK
adalah peralatan yang berkaitan denganproses
manipulasi,
pengelolaandan
pemindahan informasi
antara pengirim dengan
penerima. Secara garis besar
komponen
keterampilan dasar
TIK terdiri
dari proses
pengolah
kata, lembar sebar,
mengolah
lembar
presentasi,
browsing
dan penggunaan
search
engine (mesin
pencari
informasi),
dan komunikasi
(e-mail,chatting,
dan blog).
Kemampuan dasar
TIK meliputi: pengoperasian
komputer,
software
aplikasi, internet, dan
laman website. Indikatornya adalah sebagaimana disajikan
pada tabel 2.1 berikut:
Tabel 2.1 Kemampuan
Dasar TIK bagi Guru
Pengoperasian
Komputer
|
Software Aplikasi
|
Internet
|
LamanWebsite
|
Menghidupkan
dan mematikan computer
|
Membuatdokumen
pengolah kata (Ms.Word)
|
Menggunakan
website
|
Menggunakan
mesin pencari (google,
yahoo, dll)
|
Membuka
dan menutup file
|
Memodifikasi
dokumen pengolah kata yang sudah ada
|
Mengirim
pesan e-mail
|
Menggunakan kata kunci/frase untuk mencari informasi
|
Menyalin
(back- up) data
|
Mencetak
dokumen
|
Menggunakan
web untuk menemukan informasi spesifik
|
Menggunakan teknik pencarian yang cepat melalui kata
kunci/ frase
|
Menghapus
file
|
Membuat
gambar/ grafik menggunakan komputer
|
Berpartisipasi
menggunakan fasilitas obrolan/chat
|
Mencari informasi web-web yang berguna
|
Membuat
folder
|
Menempatkan
gambar kedalam dokumen
|
Mengirim
lampiran e-mail
|
Menggunakan informasi dari web dalam proyek atau tugas
|
Memindah
atau mengcopy data antardisk penyimpanan.
|
Mengolahkata
yang dilengkapi dengan fitur pengolah dan table persamaan, dll
|
Mendownload
file dari internet atau website
|
Copy atau paste informasi dari web ke dalam dokumen
pribadi
|
Menghubungkan
computer ke internet
|
Membuat
grafik menggunakan spereadsheet (Ms.Excel)
|
Menyimapan
gambar dari halaman website.
|
Menggunakan penanda untuk mempermudah mengunjungi
alamat web yang pernah dibuka
|
Instalasi
program
|
Membuat
multimedia presentasi (Ms. Power Point)
|
Membuat
halaman web.
|
Menggunakan alamat web yang sudah diketahui untuk
memcari informasi yang bermanfaat
|
Menurut Mulyasa (2010) sumber belajar adalah
rujukan, objek, dan bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran, sedangkan
menurut AECT (Assosiation for Educational Communications and Technology) dan
Banks dalam Komalasari (2010:108) menyatakan sumber belajar adalah segala
sesuatu atau daya yang dapat dimanfaatkan oleh guru, baik secara terpisah
maupun dalam bentuk gabungan, untuk
kepentingan belajar mengajar.
Penggunaan TIK sebagai media pembelajaran
dapat melalui pemanfaatan perangkat komputer sebagai media pembelajaran yang
inovatif. Diharapkan dengan penggunaan media ini dapat merangsang pikiran,
perasaan, minat serta perhatian peserta didik sedemikian rupa sehingga proses
pembelajaran dapat berjalajan dengan baik. Selain itu, proses pembelajaran akan
lebih efektif karena penggunaan TIK sebagai media pembelajaran memungkinkan
teratasinya hambatan dalam proses komunikasi guru dengan peserta didik seperti
hambatan fisiologis, psikologis, kultural, dan lingkungan.
Menurut Gagne dalam Asyhar (2011: 7) media adalah berbagai
komponen pada lingkungan belajar
yang membantu pembelajar untuk belajar.
Secara lebih
khusus
menurut
Sundayana (2013: 4) media dalam
proses
pembelajaran
diartikan sebagai alat-alat grafis, fotografis, atau elektronis untuk
menangkap, memproses,
dan menyususn
kembali informasi visual dan verbal. Media pembelajaran akan membantu guru untuk memotivasi dan memberikan penjelasan
suatu konsep. Secara sederhana, dapat
disimpulkan
bahwa
media adalah berbagai kemponen dalam pembelajaran dapat berupa alat-alat grafis atau yang lainnya sebagai saluran komunikasi perantara yang akan memembantu siswa dalam pembelajaran. Media-media pembelajaran yang
ada
akan sangat membantu siswa untuk lebih cepat menangkap materi pelajaran yang akan disampaikan.
Menurut
Wiana (2018), menyatakan bahwa:
“The use of media in learning give
many benefits to the learning process. From the benefits, the use of learning
media in the learning process can generate new desires and interests, generate motivation
and stimulation of learning activities, and even bring psychological influences
on students. In addition to generating student motivation and interest,
appropriate media selection will be able to help students improve understanding
of learning, can present data in an interesting and reliable way, facilitate
the interpretation of data, and can compact the information submitted”.
Sejalan dengan pernyataan tersebut,
Kemp and Dayton dalam Wiana (2018) menjelaskan bahwa banyak keuntungan
menggunakan media;
“that the use of media in learning
has very positive benefits, as follows: 1) Submission of materials can be
uniformed, 2) The learning process becomes more clear and interesting, 3) The
learning process becomes more interactive, 4) Time and energy efficiency, 5)
Improving the quality of student learning outcomes, 6) Media enabling learning
process can be done anywhere and anytime, 7) Media can foster positive attitude
of students to the material and learning process, 8) Change the role of teachers
to be more positive and productive direction”.
Media dalam pembelajaran merupakan yang penting
untuk diperhatikan. Media pembelajaran memberikan berbagai manfaat dalam
pembelajaran. Arsyad (2011: 24) mengemukakan 4
manfaat media pembelajaran
dalam proses belajar siswa, yaitu:
“1) pembalajaran
akan lebih menarik
perhatian siswa sehingga dapat
menumbuhkan motivasi belajar, 2) bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya, sehingga dapat lebih dipahami oleh siswa dan memungkinkannya menguasai
dan mencapai
tujuan pembelajaran,
3) metode mengajar akan lebih bervariasi, sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga, apalagi kalau guru mengajar pada setiap jam pelajaran, dan
4) siswa
dapat lebih banyak melakukan kegiatan pembelajaran sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru, tetapi
juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan, memerankan dan lain-lain.”
Ada berbagai jenis
media pembelajaran. Muhsetyo (2007: 2.1) menyebutkan bahwa jenis media dapat dikelompokkan dari
aspek-aspek yang berbeda, yaitu
dari bahan, dari
tayangan,
dari
kelistrikan, dan
dari ukuran
kemajuan. Untuk lebih jelasnya adalah sebagai berikut:
1) Dari bahan, berupa media cetak dan media non-cetak.
2) Dari tayangan, berupa media proyeksi dan media non-proyeksi.
3) Dari kelistrikan, berupa media elektronik dan media non-elektronik.
4) Media dari ukuran kemajuan, media sederhana dan media modern.
Media pembelajaran pada umumnya adalah media sederhana dan media cetak. Media sederhana yang dapat digunakan adalah media manipulatif. Di
era Globalisasi seperti saat ini, pengunaan
media berkembang menjadi media yang modern dan
berbasis teknologi. Oleh
karena itu seorang guru haru lebih terbuka dengan pembaharuan, sehingga dapat
membuat proses pembelajaran lebih aktif, kreatif dna inovatif.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Penggunaan
TIK sebagai sumber dan media pembelajaran dapat melalui pemanfaatan perangkat
komputer sebagai sumber dan media pembelajaran yang inovatif. Diharapkan dengan
penggunaan sumber dan media ini dapat merangsang pikiran, perasaan, minat serta
perhatian peserta didik sedemikian rupa sehingga proses pembelajaran dapat
berjalajan dengan baik. Selain itu, proses pembelajaran akan lebih efektif
karena penggunaan TIK sebagai sumber dan media pembelajaran memungkinkan
teratasinya hambatan dalam proses komunikasi guru dengan peserta didik.
B. Saran
Semoga
makalah ini bermanfaat bagi pembaca. Karena keterbatasan pengetahuan dan
referensi, penulis menyadari bahwa tulisan ini masih jauh dari sempurna. Oleh
karena itu, saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan agar tulisan ini
dapat disusun menjadi lebih baik dan sempurna.
DAFTAR
PUSTAKA
Aka, Kukuh A. .(2017). Pemanfaatan Teknologi Informasi dan
Komunikasi (TIK) Sebagai Wujud Inovasi Sumber Belajar Di Sekolah Dasar, (Online). Diakses dari http://journal.umsurabaya.ac.id/index.php/pgsd/article/vi ew/1041.
Batubara, Delia S. .(2017). Kompetensi Teknologi Informasi dan
Komunikasi Guru SD/MI (Potret, Faktor-faktor, dan Upaya Meningkatkannya),
(Online). Diakses dari https://media.neliti.com/media/publicati ons/222457-kompetensi-teknologiinformasi-dan-komun.pdf.
Komalasari, Kokom. .(2010).
Pembelajaran Kontekstual. Konsep
dan Aplikasi. Bandung: Refika
Aditama.
Mugara, R. .(2011). Meningkatkan kompetensi guru melalui
penguasaan teknologi informasi dan
komunikasi (TIK). Prodi
Pengembangan Kurikulum.
Universitas Pendidikan Indonesia. Sunan Kalijaga: Yogyakarta Google'
untuk https://ejournal.upi.edu/index.php/IJPE/article/view/15100.
Mulysa. (2010). Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung
: PT Remaja Rosdakarya
Munir. (2009). Pembelajaran Jarak Jauh Berbasis Teknologi
Informasi dan Komunikasi. Bandung: Alfabeta.
Niarsa, A. .(2013). Studi Kompetensi GuruDalam Memanfaatkan
Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi Dan Komunikasi (TIK) DI SD
Negeri 01 Ledok Kecamatan Sambong Kabupaten Blora. Universitas Negeri
Semarang. http://lib.unnes.ac.id/17302/1/1102409040.pdf
Rivalina, R. .(2014). Kompetensi
Teknologi Informasi dan Komunikasi Guru dalam Peningkatan Kualitas
Pembelajaran. Jurnal Teknodik, 18(2), 165–176 https://jurnalteknodik.kemdikbud.go.id/index.php/jurnalteknodik/article/view/121
Lubis Fitri Agustina, (2018), Upaya Meningkatkan Kreativitas Siswa Melalui
Model Project Based Learning, volume 1,
nomor 3, halaman 10. http://jurnal.um-tapsel.ac.id/index.php/ptk/article/download/506/483.
Lestari, Yulia. (2013). Karakteristik Anak SD Kelas Rendah.
(Online), (http://lestarimap.blogspot.com/2013/05/karakteristik-anak-sd-kelas-rendah_8852.html), diakses
07 Desember 2013.
Munadi, Yudhi. (2008). Media Pembelajaran. Jakarta: Gaung Persada (GP)
Press
Noviyana H (2017). Pengaruh
Model Project Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematika
Siswa,Volumel 3, Nomor 2, Halaman 115. http://ejournal.unp.ac.id/students/index.php/pgsd/article/view/6896.
Neolaka Amos, (2017), Landasan
Pendidikan Dasar Pengenalan Diri Sendiri Menuju Perubahan Hidup. Depok :
KENCANA
Permendikbud Nomor 67 Tahun 2013. Tentang Kerangka Dasar dan Struktruktur Kurikulum Sekolah
Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. https://www.slideshare.net/semriwing/01-permendikbud-nomor-67-tahun-2013-tentang-kerangka-dasar-dan-struktur-kurikulum-sd-mi-biro-hukor.
Prastowo Andi, (2018), Sumber Belajar dan Pusat Sumber Belajar Teori dan Aplikasinya di
Sekolah / madrasah . Depok : KENCANA
Rusman ,(2016), Pembelajaran
Tematik Terpadu Teori Praktik dan Penilaian. Jakarta : Kencana http://www.rajagrafindo.co.id/produk/pembelajaran-tematik-terpadu/.
Rusman, dkk.
.(2011). Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi.
Jakarta: Rajagrafindo Persada.
Suaidinmath. (2013). PEMBELAJARAN
TEMATIK TERPADU PADA KURIKULUM 2013.(Online), (http://suaidinmath.wordpress.com/2013/09/03/pembelajaran-tematik-terpadu-pada-kurikulum-2013/),
Sumanto. (2010). Media Pembelajaran di SD. Malang: PHK S1 PGSD-A FIP
Universitas Negeri Malang.
Uukurniawati. (2013). Konsep
Dasar Pembelajaran Tematik. (Online), (http://uukurniawati.wordpress.com/2013/05/17/konsep-dasar-pembelajaran-tematik/)
UNESCO.
(2002). Information And Communication
Technology In Education A Curriculum For Schools And Programme Of Teacher
Development. UNESCO: Division of Higher Education. https://unesdoc.unesco.org/ark:/48223/pf0000129538.
Wiana,
W. (2018). Interactive Multimedia-Based
Animation: A Study of Effectiveness on Fashion Design Technology Learning.
Journal of Physics: Conference Series. https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1742-6596/953/1/012024/pdf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar