TUGAS
PENDIDIKAN
KEWARGANEGARAAN
“Laporan Tentang Pesan
Nilai dan Moral yang terkandung dalam Materi Seminar”
Disusun
Oleh:
Nama :
Trisni Wahyuni, S.Pd
NPM :
A2G 019050
Kelas : A
Dosen Pengampu:
Dr. Puspa
Djuwita, M. Pd.
PROGRAM
STUDI MAGISTER PENDIDIKAN DASAR
JURUSAN
ILMU PENDIDIKAN
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
BENGKULU
2019
“Laporan Tentang Pesan
Nilai dan Moral yang terkandung dalam Materi Seminar”
Judul Seminar :
Mewujudkan Generasi Digital Berbasis Budaya
Hari/Tanggal : Sabtu, 30 November 2019
Tempat : Aula Dekanat FKIP Universitas
Bengkulu
Hasil :
Arus globalisasi merupakan fenomena menarik yang sedang terjadi dalam
kehidupan masyarakat sekarang ini. Globalisasi sendiri diartikan sebagai proses
mendunianya seluruh kehidupan social, ekonomi, politik hingga budaya antar
seluruh Negara dunia tanpa batas. Hal tersebut bisa dilihat pada generasi muda
Indonesia saat ini yang disebut sebagai generasi digital, generasi gadget atau
yang sering kita kenal dengan generasi milenial.
Generasi milenial merupakan generasi yang akan
memainkan peranan penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Rata-rata di
kalangan generasi milenial saat ini memiliki kreativitas tinggi, baik dari
kalangan anak-anak hingga dewasa hampir semuanya sudah mengenal dan menggunakan
internet dalam keseharian aktifitas mereka. Namun karena hidup di era yang
serba otomatis, generasi ini cenderung menginginkan sesuatu yang serba instan
dan sangat gampang dipengaruhi.
Oleh karena itu tanpa disadari ini mengakibatkan
hilangnya keseimbangan moral di kalangan pemuda milineal. Tidak dapat kita
pungkiri bahwa ternayata penyimpangan moral dan pergeseran nilai-nilai sosial
lah yang menjadi tonggak dasar dari segala masalah yang terjadi di Negara kita
ini. Nilai dan moral ini bukan saja bersifat personal, seperti jujur, adil dan
bertanggungjawab, akan tetapi juga berdimensi publik, yakni terciptanya etika
kolektif, serta kehidupan social yang santun. Sehingga, diharapkan nantinya
pemuda milenial inilah yang harus mengambil peranan penting dan menjadi solusi
dan berdiri di garda terdepan sebagai benteng untuk segala permasalahan yang
terjadi.
Hal inilah yang menjadi titik kritis bagi masa depan
Negara dan bangsa kita. Sebab ditengah maraknya perkembangan tekhnologi
komunikasi saat ini, tetapi disisi lain ternyata hal ini tidak mampu
mendekatkan dan menyatukan anak bangsa. Padahal era komunikasi terbukti memberi
jaminan akses dan kecepatan untuk kita memperoleh informasi. Akan tetapi justru
ini menciptakan jarak antara seseorang dengan orang lain, sehingga membuat
hubungan menjadi tidak komunikatif dan berujung rusaknya hubungan
interpersonal.
Oleh sebab itu ini menjadi keluhan di lingkungan
masyarakat kita sekarang ini. Sehingga dengan demikian kita harus mampu
membangun karakter nilai dan moral bangsa khusunya dalam hal budaya di era
milenial ini. Maka dari itu, kita sebagai seorang pendidik berupaya dapat
mewujudkan hal tersebut melalui proses pendidikan yang dapat diterapkan di
sekolah- sekolah. Sehingga sebagai seorang guru, dalam mendidik budaya dan
karakter bangsa harus dikembangkan nilai moral, nilai social, nilai agama yang
berlandaskan pada Pancasila kepada para peserta didik melalui pendidikan hati,
otak dan fisik. Dalam hal ini, guru merupakan fasilitator yang memiliki peran
untuk membimbing peserta didik hingga mampu secara aktif mengembangkan potensi
dirinya, sehingga ilmu yang diserap dapat diterapkan kepada orang lain dan
lingkungan sekitar. Pendidikan Pancasila merupakan pedoman sangat penting dalam
proses belajar mengajar sebagai salah satu antisipasi agar anak-anak didik kita
terhindar terhindar dari hal-hal yang bertentangan dengan nilai dan moral
bangsa di era globalisasi saat ini. Serta peran orang tua harus lebih
ditingkatkan lagi dalam mengajarkan nilai-milai kesopanan dan kesantunan sesuai
dengan budaya kita Indonesia.
Dengan demikian upaya pendidikan untuk memajukan dan
menyiapkan bekal kepada generasi bangsa ini salah satunya melalui program
literasi, sebab literasi merupakan pondasi untuk semua pembelajaran prasekolah hingga
kelas 12 yang bertujuan kepada Pancasila. meliputi literasi fungsional,
literasi etikal dan literasi informasional, sehingga terbentuklah literasi
integrasi yang bisa menumbuhkan nilai-nilai seperti tanggung jawab, berpikir
kritis, respek terhadap orang lain, kesadaran penggunaan informasi, menghargai
produk intelektual, menjaga nilai moral. Sebab literasi merupakan pondasi untuk
semua pembelajaran dari prasekolah hingga kelas 12.
Selanjutnya kita sebagai pendidik juga bisa
melaksanakan proses pembelajaran melalui hypnotelling, yaitu dengan cara mengemas
proses pembelajaran menjadi sangat menarik bagi siswa, agar siswa bisa fokus
dan tertarik memperhatikan selama kegiatan pembelajaran itu berlangsung.
Hypnotelling ini bisa kita masukan ke semua mata pelajaran dengan materi-materi
tertentu yang bisa kita kaitkan. Misalnya pada pembelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan dan Ilmu Pengetahuan sosial, guru bisa menampilkan
materi-materi tersebut melalui cerita atau dongeng yang dilakukan dengan
penghayatan dan penjiwaan yang bagus, sehingga siswa terfokus untuk
memperhatikan, dan diharapkan nilai-nilai moral serta pengetahuan yang ingin
disampaikan dapat diterima dengan baik oleh siswa. Selanjutnya untuk pembelajaran
Matematika agar menjadi menarik bagi siswa kita sebagai pendidik bisa
menggunakan etnomatematika dalam konteks budaya Bengkulu untuk Mathematisasi
Horizintal yang bisa kita jadikan starting point dalam pembelajaran Matematika
yang dapat kita lihat dalam seminar ini, antara lain: dalam pengenalan geometri
lobachevsky (pada jaring bamboo untuk menangkap ikan, permainan sorong terompa,
permainan lompat bamboo), pengenalan geometri riemman (potongan buah kelapa,
kue lupis Bengkulu), Segitiga pada Geometri Lobachevsky (kebiasaan melipat tisu
pesta), Theorema Phytagoras (permainan egrang, yang bisa diambil segitiganya
untuk theorem phytagoras), Konsep Relasi dan Fungsi (Tari Andun), Soal cerita
yang melibatkan lingkungan siswa, Implementasi Integral, sistem persamaan
kuadrat, sistem persamaan linier, pengurangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar